Adopsi Media Sosial Angkat Perekonomian Daerah

Tambahan penetrasi media sosial sebesar 10% akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 0,11%.
Duwi Setiya Ariyanti | 26 April 2018 06:46 WIB
Pengunjung menggunakan ponselnya di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (28/8). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Laporan studi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Asia Internet Coalition bertajuk Rich-Interactive-Applications in Indonesia: Value to the Society of an Enabling Regulatory Framework, menyebutkan bahwa tambahan cakupan jaringan dan penetrasi media sosial membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Departemen Ekonomi di Center of Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengatakan berdasarkan hasil riset, tiap peningkatan 10% cakupan jaringan, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 0,92%. Hal itu terlihat dari tiga aspek yakni perdagangan dan usaha kecil menengah, pariwisata dan penciptaan lapangan pekerjaan. Tiga aspek ini, katanya, yang paling bisa terlihat karena kemudahan akses data.

“Kami temukan bahwa network coverage enabler sangat berperan dalam digital economy 10% peningkatan network coverage meningkatkan 0,92% ke perekonomian," ujarnya dalam jumpa pers di Gedung Pakarti Center Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Kemudian, dari sisi penetrasi media sosial, tambahan 10% akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 0,11%. Menurutnya, penetrasi media sosial ini berpengaruh besar karena digunakan untuk mempromosikan produk bahkan transaksi.

Meskipun, dari segi jumlah, belum banyak pengguna media sosial menggunakan platform untuk berbisnis. Padahal, sebanyak 86% pengguna internet menggunakan media sosial.

Media sosial menjadi pilihan UKM karena dianggap lebih personal daripada menggunakan situs dagang elektronik.

Menurutnya, aspek pemanfaatan media sosial menjadi catatan agar semakin banyak pengguna yang lebih produktif ketimbang sekadar menggunakannya untuk berkomunikasi.

"Ini yang perlu diperbaiki. Media sosial menjadi instrumen kegiatan produktif," katanya.

Manfaat penggunaan internet dan media sosial selain dari perdagangan, terlihat pada pariwisata. Yose menyebut media sosial seperti Instagram menjembatani munculnya kampung-kampung wisata untuk memenuhi permintaan pelesiran di dekat tujuan wisata yang diangkat lewat publikasi di Instagram.

"Banyak desa wisata bukan karena muncul perusahaan besar tapi karena komunitasnya," katanya.

Dari sisi penciptaan lapangan kerja, platform digital pun mampu menghubungkan pencari kerja dan pencari tenaga kerja tanpa batasan wilayah. Bahkan, dia menyebut jasa yang diberikan bisa melalui sistem daring seperti yang terjadi di Desa Tunjung Muri, Purbalingga, Jawa Tengah ketika pekerja bisa memberikan jasanya meskipun perusahaannya di luar Purbalingga.

Oleh karena itu, keandalan dan cakupan jaringan sangat penting untuk mendukung peningkatan manfaat di sektor ini.

"Memberikan jasa tidak lagi hanya dengan tatap muka terutama di pedesaan. Balik lagi permasalahannya di network coverage," katanya.

Tag : media sosial
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top