Huawei Perkirakan Koneksi Internet Tembus 100 Miliar Pada 2025

Huawei merilis laporan Huawei Global Industry Vision (GIV) 2025 yang memprediksi bahwa akan ada 100 miliar koneksi Internet di dunia serba cerdas pada 2025 mendatang.
Herdiyan | 18 April 2018 10:13 WIB
Suasana Huawei Global Analyst Summit (HAS) 2018 dengan tema Envision a Fully Connected, Intelligent World di Shenzhen, China - Herdiyan

Bisnis.com, SHENZHEN, Guangdong – Huawei merilis laporan Huawei Global Industry Vision (GIV) 2025 yang memprediksi bahwa akan ada 100 miliar koneksi Internet di “dunia serba cerdas” pada 2025 mendatang.

Laporan yang dirilis saat pelaksanaan Huawei Global Analyst Summit 2018 di Shenzhen tersebut berisikan tentang berbagai pandangan dan wawasan tentang tren terkini dan masa depan dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Chief Strategy Marketing Officer Huawei William Xu mengatakan berdasarkan data dan prediksi tentang masa depan, Huawei bertekad untuk membagi cetak biru dari ‘dunia serba cerdas’ yang akan didukung oleh TIK.

Tujuannya adalah untuk membangun landasan yang memungkinkan ekosistem industri TIK untuk bertransisi menuju ‘dunia serba cerdas’ dan bekerja sama dengan mitra dari seluruh dunia dalam membangun dunia serba cerdas yang sepenuhnya terhubung”.

William juga memaparkan bahwa pada 2025 konten video akan berkontribusi sebesar 89% dari trafik data pengguna internet. Selain itu, diprediksi bahwa akan ada sedikitnya 40 miliar perangkat pintar dan 20 miliar perangkat pintar rumahan yang saling terhubung satu sama lain.

“Setiap orang rata-rata akan mengonsumsi data sebanyak 1 gigabit per hari pada 2025 dan fungsi perangkat cerdas akan berevolusi dari yang tadinya hanya sekedar alat menjadi sebuah asisten yang memudahkan kehidupan manusia,” kata William Xu.

Laporan GIV 2025 memperhitungkan tingkat penetrasi asisten cerdas akan mencapai 90%, dengan sedikitnya 12% rumah akan memiliki robot yang melayani manusia. Lebih jauh lagi, diprediksi industri internet akan berevolusi secara pesat dan secara langsung akan berkontribusi terhadap ekonomi digital dengan nilai US$23 triliun.

Dalam proses riset GIV 2025, Huawei menerapkan metodologi unik yang menggabungkan data dan analisis tren guna memaparkan tren serta cetak biru masa depan industri TIK. Data yang digunakan dalam GIV 2025 tersebar di lebih dari 170 negara dan laporan tersebut mencakup tiga dimensi yaitu perangkat yang terhubung, perangkat yang mampu mengindra, dan perangkat yang cerdas.

Sebagai informasi, Huawei Global Analyst Summit pertama kali digelar pada 2004 dan berlanjut hingga 15 tahun kemudian. Tahun ini, gelaran HAS 2018 berlangsung pada 17-19 April dengan berbagai sesi paralel yang dihadiri pakar dari berbagai industri di seluruh dunia.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
internet, huawei

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top