Bisakah Ruangguru Menjadi Unicorn Selanjutnya?

Indonesia sudah memiliki sebanyak empat perusahaan rintisan teknologi bervaluasi di atas US$1 miliar yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.
N. Nuriman Jayabuana | 18 Maret 2018 14:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi rintisan  di bidang pendidikan Ruangguru diperkirakan menjadi salah satu perusahaan bervaluasi miliaran dolar AS atau unicorn asal Indonesia selanjutnya. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara optimistis platform itu segera bertransformasi menjadi unicorn kelima Indonesia dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, Indonesia sudah memiliki sebanyak empat perusahaan rintisan teknologi bervaluasi di atas US$1 miliar yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Rudiantara menyatakan perusahaan teknologi pendidikan atau edtech terus tumbuh pesat dengan komitmen anggaran belanja negara setiap tahun mencapai 20% untuk sektor pendidikan.

“Saya sering sekali ditanya, Indonesia sudah ada 4 unicorns, lalu siapa yang jadi the next unicorn? Saya selalu katakan, unicorn selanjutnya adalah Ruangguru,” ujarnya dalam Learning Innovation Summit 2018 di Jakarta, Rabu (14/3).

Menurutnya, penggunaan platform teknologi merupakan salah satu terobosan yang dapat mengakselerasi perkembangan dunia pendidikan di dalam negeri. Terlebih pemerintah menargetkan seluruh pelosok negeri terhubung dengan akses internet kecepatan tinggi mulai 2019.

Di luar itu, dirinya berpendapat Ruangguru berada selangkah di depan kompetitornya pada segmen edtech. Sebab kompetitor pada segmen edtech bukan merupakan platform lokal.

“Aplikasi pendidikan sekarang macam-macam, tapi tentu kita tau semua berdasar aturan pendidikan, sebenarnya tidak boleh asing masuk begitu saja,” ujarnya.

Selain Ruangguru, terdapat beberapa edtech lain yang tersedia di dalam negeri yaitu seperti Quipper, Zenius, Squiline, HarukaEdu, KelasKita, Quintal, Sukawu, dan PrivatQ.

Berbagai platform itu menyediakan beragam layanan mulai dari penyediaan konten edukasi, software pembelajaran, sampai ruang marketplace bagi tenaga pengajar. Ruangguru menjadi platform teknologi pendidikan yang mengintegrasikan keseluruhan layanan.

 

5 Perusahaan EdTech Penerima Investasi Terbesar Dunia

Tahun Berdiri

Nama

Nilai Investasi (US$ Juta)

Negara

2008

Everfi

251

AS

2004

Hotchalk

249,15

AS

2012

Yuanfudao

244,2

China

2012

Coursera

210

AS

2010

Udemy

173

AS

sumber: CB Insights

 

Co-Founder sekaligus CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara menyatakan fokusnya platformnya bukan bertujuan untuk mengejar valuasi, namun meningkatkan akses serta kualitas pendidikan di dalam negeri.

Menurutnya, Ruangguru turut menggandeng berbagai mitra kerja sama dalam meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas di Indonesia. “Berbagai kolaborasi yang kita lakukan bertujuan untuk memastikan pendidikan berkualitas dapat tersedia bagu setiap anak di Indonesia,” ujarnya.

Pengguna aktif platform Ruangguru sudah melampaui 7 juta siswa, atau yang tertinggi pada segmen edtech di Indonesia.

Ruangguru terakhir memperoleh investasi seri B senilai US$7 juta pada putaran pendanaan pertengahan tahun lalu. Hanya saja, perusahaan itu tidak mengumumkan siapa saja investor yang terlibat dalam putaran pendanaan terakhirnya.

Putaran pendanaan sebelumnya turut melibatkan beberapa investor yang aktif berinvestasi pada ekosistem digital dalam negeri, yaitu Venturra Capital dan East Ventures.

Ruangguru memfokuskan kerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan basis penggunanya. Platform itu sudah menjalin kerja sama dengan 32 pemerintah provinsi dan 326 pemerintah kota/kabupaten di Indonesia.

Belakangan platform itu turut menggandeng institusi pendidikan dan korporasi untuk penyaluran beasiswa dan penyediaan layanan pendidikan internal perusahaan. Ruangguru menjadi perusahaan rintisan pertama yang berhasil menggandeng kerja sama dengan perusahaan pelat merah, yaitu Pertamina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top