Startup Gudang On-Demand Waresix Disuntik Seeds Investment

Kucuran modal akan digunakan untuk menambah infrastruktur, memperluas jaringan gudang, dan meningkatkan kapasitas platform berbasis komputasi awan.
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 21 Februari 2018  |  06:56 WIB
Startup Gudang On-Demand Waresix Disuntik Seeds Investment
Aktivitas karyawan di salah satu gudang yang ada di Cikarang Dry Port. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan rintisan teknologi penyedia layanan pergudangan on-demand, Waresix, memperoleh pendanaan tahap awal dari perusahaan modal ventura East Ventures.

CEO Waresix Andree menyatakan mempergunakan kucuran modal untuk menambah infrastruktur, memperluas jaringan gudang, dan meningkatkan kapasitas platform berbasis komputasi awan.

Menurutnya, industri pergudangan menyumbang sekitar 15% dari total nilai pasar logistik yang mencapai US$27 miliar sepanjang tahun lalu. Dia memprediksi kebutuhan terhadap gudang on-demand tumbuh semakin pesat seiring dengan pertumbuhan pasar e-commerce.

Terlebih, semakin banyak pedagang dan pabrikan yang membutuhkan area pergudangan di berbagai lokasi untuk mengejar target pengiriman.

“Distribusi dan logistik selalu menjadi tantangan karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Waresix menyediakan solusi untuk strategi pergudangan dinamis yang memungkinkan pengecer, distributor dan manufaktur menyesuaikan permintaan.

Pergudangan kami yang dinamis menawarkan fleksibilitas, pelanggan hanya perlu membayar biaya per unit untuk layanan yang dipergunakan tanpa mengeluarkan modal tambahan,” ujarnya, Selasa (20/2).

Waresix pertama kali didirikan oleh tiga lulusan teknik UC Berkeley, Amerika Serikat, yaitu Andree, Edwin, dan Filbert. Ketiganya memegang spesialisasi yang berbeda yaitu masing-masing bisnis proses, rantai pasokan logistik, dan ilmu komputer.

Meskipun demikian, ketiganya melihat adanya potensi pasar dan persoalan yang sama pada sistem logistik di Indonesia. Ide membangun Waresix datang tatkala ketiganya bertugas mendistribusikan consumer goods ke 40 titik distribusi di Indonesia.

“Sebagai UKM, tentunya kami tidak mungkin membangun infrastruktur besar-besaran dalam waktu singkat hanya untuk menangani proyek itu saja. Selain itu, masalah tersebut juga membutuhkan kombinasi dari outsource logistic dan model in-house yang tentunya membutuhkan banyak modal,” ujarnya.

Tak hanya itu, sistem logistik yang buruk juga mempengaruhi operasional bisnis seperti konsolidasi persediaan barang di berbagai tempat berbeda, pengelolaan dokumentasi, serta penagihan untuk berbagai pihak.

Berbagai persoalan itu menyebabkan pengiriman logistik tersendat. Itulah mengapa Waresix kemudian dibangun. Sebagai platform dengan sistem manajemen pergudangan, pengguna UKM dapat mengelola distribusi gudang, inventaris, pesanan pelanggan, dan siklus penagihan mereka hanya dalam satu aplikasi.

"Teknologi Waresix menggunakan algoritme yang mampu membantu pengguna menemukan gudang terbaik untuk menyimpan produk mereka. Perangkat lunak berbasis cloud menyediakan akses bagi klien untuk mengelola pemesanan mereka, akses ke visibilitas operasional seperti manajemen persediaan dan pengiriman, serta pengelolaan kontrak dan tagihan berbagai gudang,” ujarnya.

Layanan Waresix kini dapat menjangkau berbagai kota besar di Indonesia, di antaranya Jabodetabek, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Lampung, Pekanbaru, Makassar, dan Balikpapan. Waresix menargetkan dapat membantu konsumen mengatasi berbagai permasalahan seperti persediaan overflow, distribusi produk, penyimpanan sementara, dan solusi cross-docking.

Managing Partner East Ventures Willson Cuaca menyatakan Waresix memiliki konsep bisnis dengan menggabungkan sistem sharing economy dan software-as-a-service untuk penyediaan jasa logistik modern.

“Mereka membantu pebisnis terhubung dengan penyedia gudang secara efisien, dan sebaliknya pemilik gudang dapat memaksimalkan aset mereka. Solusi ini hanya akan bekerja di pasar dengan pemain yang signifikan di perdagangan digital. Kami berharap Waresix mampu menguasai pasar Indonesia dengan cepat.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top