Bersaing dengan Ruangguru, Quipper Juga Dekati Pemerintah

Takuya menjelaskan menyediakan sistem bundling, baik untuk satuan pendidikan maupun sekolah. Saat ini telah ada sekitar 5-6 yang setuju untuk berlangganan.
Dhiany Nadya Utami | 13 Februari 2018 10:15 WIB
Platform pendidikan daring Quipper - quipper.com

Bisnis.com, JAKARTA — Perluasan jangkauan pelayanan menjadi salah satu target Quipper tahun ini. Platform teknologi pendidikan ini giat berpromosi dan menggaet mitra pemerintah dan instansi pendidikan lain.

Country Manager Quipper Takuya Homa mengatakan sampai saat ini Quipper telah mengunjungi lebih dari 50 kota/kabupaten untuk menjalankan ekspansinya.  

Quipper juga menjalin pendekatan dengan elemen pendidikan yang ada di berbagai wilayah Indonesia, seperti dinas pendidikan, dinas guru dan tenaga pendidikan, dan Ikatan Guru Indonesia.

Takuya menjelaskan menyediakan sistem bundling, baik untuk satuan pendidikan maupun sekolah. Saat ini telah ada sekitar 5-6 yang setuju untuk berlangganan.

“Memang memakan waktu, tapi ini wajar sebab sebagai bagian dari sistem publik mereka punya tanggung jawab lebih, jadi ingin tahu sangat detail tentang ini akan bagaimana. Mereka pelajari dulu segala aspeknya,” tutur Takuya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Teknologi Pembelajaran berbasis Multimedia dan Web Kemendikbud Gatot Pramono mengatakan bahwa pemerintah mengapresiasi para penyedia layanan teknologi pendidikan.

“Upaya yang dilakukan anak muda baik produk lokal maupin luar yang masuk, pemerintah meilhatnya sebagai mitra,” ujar Gatot.

Akan tetapi, disinggung mengenai kemungkinan adanya proses kemitraan lebih lanjut dengan penyedia layanan teknologi pendidikan, Gatot mengatakan hal tersebut akan menjadi kompleks  karena bermitra dengan kementerian harus melalui serangkaian prosedur lelang atau tender.

“Kalau atas nama pusat kan bagaimana caranya supaya bisa sampai ke masyarakat itu tidak ada bebannya [gratis]. Mungkin harus pakai bansos dan sebagainya, itu rumit. Kalau [swasta] melakukan upaya langsung pada siswa dan tidak ada aturan dilanggar. Itu tidak masalah” tuturnya.

Sebelumnya, Founder sekaligus CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara menyatakan kunci bagi perusahaan EdTech supaya dapat menjadi market leader dalam persaingan yang semakin ketat merupakan penguatan kemitraan dengan pemerintah.

“Beda misalnya dengan e-commerce, teknologi pendidikan itu partnership dengan pemerintah sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan ekosistem EdTech sangat bergantung terhadap kebijakan pemerintah. Berpegang kepada prinsip itu, Ruangguru menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dan pusat.

Platform itu kini sudah menyepakati kemitraan stategis dengan sebanyak 32 provinsi dan 326 kabupaten/kota. Di samping itu, Ruangguru sudah mencapai kesepakatan dengan Kementeriian Perindustrian untuk merambah layanan ke dalam ranah pendidikan vokasional.

“Penting sekali bagi mendapat dukungan dan kemitraan pemerintah. Kalau pun nanti ada pemain luar yang masuk ke sini, mereka enggak mungkin berpartner dengan pemerintah karena pendidikan itu hal yang sensitif kalau diserahkan kepada asing,” ujarnya.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top