Djarum dan Astra Negosiasi dengan Go-Jek, Tapi Belum Deal

Dua grup bisnis raksasa, Djarum dan Astra, menjajaki peluang ikut serta sebagai pemegang saham di Go-Jek.
N. Nuriman Jayabuana | 09 Februari 2018 22:11 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua kiri), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kanan) dan Head Of GO-MART Diaz Sikar (kiri) secara simbolis melepas 50 pengemudi GO-JEK pengantar produk tani usai mengumumkan kerja sama Toko Tani Indonesia dengan GO-MART di Karawang, Jawa Barat, Selasa (18/4). - Antara/Risky Andrianto

Bisnis.com, JAKARTA — Perkembangan pesat Go-Jek tidak hanya menarik bagi investor kelas kakap dari luar negeri. Dua grup bisnis raksasa, Djarum dan Astra, menjajaki peluang ikut serta sebagai pemegang saham di Go-Jek.

Perusahaan modal ventura milik Grup Djarum, GDP Venture, menyatakan perwakilan GDP beberapa hari lalu bertemu dengan manajemen Go-Jek untuk membicarakan peluang ikut terlibat dalam ronde pendanaan selanjutnya.

Chief Marketing Officer GDP Venture Danny Oei Wirianto memastikan pertemuan itu belum mencapai titik kesepakatan. “Memang betul kami ditawarkan, tapi belum deal. Dan kami lihat memang itu menarik, jadi ya mengapa tidak,” ujarnya, Kamis (8/2).

Meskipun demikian, Danny memastikan keterlibatan pendanaan perusahaannya tidak mencapai nilai sesuai spekulasi yang berkembang. “Baru beberapa hari lalu, tapi kok bisa muncul angka US$100 [million]—US$120 million itu dari mana, ya jelas itu ketinggian,” ujarnya.

Danny menyatakan bukan kali pertama GDP Venture berdiskusi dengan perusahaan unicorn lokal untuk menjajaki peluang berinvestasi. Sebelumnya GDP Venture pernah diajak ikut berinvestasi dari salah satu marketplace lokal yang bervaluasi di atas US$1 miliar.

“Cuma ada kalanya bagi kami saat itu belum ada uangnya atau memang tidak cukup.”

Perusahaan modal ventura milik grup PT Astra International Tbk., Astra Mitra Ventura, tidak ingin mengomentari spekulasi tersebut secara spesifik. Presiden Direktur Astra Mitra Ventura Jefri Sirait menyampaikan masih menunggu hasil kesepakatan.

“Tunggu hasilnya saja. Sebagai anak perusahaan publik, lebih baik kami menunggu Astra International saja yang menyampaikan,” ujarnya kepada Bisnis.

GDP Venture yang berdiri sejak 2010 merupakan salah satu modal ventura yang tertua dan cukup aktif mendanai berbagai perusahaan rintisan lokal.Beberapa portfolio investasinya seperti Kaskus, Mindtalk, Blibli, Tiket.com, Beritagar, DailySocial, Kumparan, dan HaloDoc.

Adapun, Astra Mitra Ventura  adalah anak usaha Astra yang bergerak dalam bidang penyediaan fasilitas pembiayaan dan penyertaan modal. Perusahaan ini berdiri sejak 1991.

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top