Firefox Rocket, Ini Kekurangan Browser Teringan di Dunia

Berselancar di dunia maya menggunakan gadget adalah aktivitas harian yang sudah menjadi kebutuhan seperti halnya makan, minum dan bernapas.Rasanya ada yang mengganjal jika tidak berselancar untuk tahu perkembangan terkini. Menahan lapar dan haus itu gampang. Cobalah berpuasa tidak internetan? Berat!
Pandu Gumilar | 29 November 2017 06:14 WIB
Director of Product Management for Care Browser Mozilla Jeff Griffiths (dari kanan), Chief of Staff and SVP of Operations David Slater, dan Product Manager Android Browser Joe Cheng, berbincang di sela-sela peluncuran Mozilla Firefox Quantum dan Firefox Rocket di Jakarta, Selasa (7/11). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Berselancar di dunia maya menggunakan gadget adalah aktivitas harian  yang sudah menjadi kebutuhan seperti halnya makan, minum dan bernapas.Rasanya ada yang mengganjal jika tidak berselancar untuk tahu perkembangan terkini. Menahan lapar dan haus itu gampang. Cobalah berpuasa tidak internetan? Berat!

Sesuatu yang lumrah di era digital warganet sangat lapar akan informasi atau sebut saja ‘kepo’dengan berbagai hal. Secara tidak langsung mereka juga menuntut agar informasi itu cepat datangnya, kalau bisa bahkan lebih cepat dari makanan cepat saji.

Sedikit saja terlambat rasa lapar itu bisa naik ke kepala lalu membuat darah mendidih dan menggerutu. Tidak cuma menyerang ‘kids’ zaman now, kondisi serupa pasti pernah dirasakan oleh banyak orang.

Gemas terhadap leletnya koneksi atau lambatnya aplikasi merespon gerakan jari karena memori gawai penuh oleh data cache. Kondisi yang mengganggu disaat hasrat untuk berselancar sedang pada puncaknya.

Melihat kondisi ini, Mozilla dengan lini produk andalannya Firefox membuat terobosan dengan merilis aplikasi perambah gawai bernama Rocket. Firefox Rocket dibesut khusus untuk pasar Indonesia yang menginginkan aplikasi yang cepat, gesit, ringan serta ramah pada memori gawai, sehingga kondisi menggemaskan itu tidak terjadi.

Firefox Rocket hanya berbobot 1,9 Mb ketika diunduh. Aplikasi ini menjadi yang paling ringan di antara peramban khusus gawai, bahkan untuk saudara kandungnya yang rilis lebih awal yaitu Firefox Focus berbobot 2,7 Mb.

Sementara kompetitornya, UC Browser Mini berbobot 2,5 Mb, Opera Mini 6,9 Mb dan Google Chrome menjadi yang terberat dengan bobot 19 Mb.

Sebelum membesut Firefox Rocket, Mozilla melakukan riset terhadap pasar tentang spesifikasi peramban yang dibutuhkan oleh konsumen.  Hasilnya adalah konsumen pasar domestik menginginkan aplikasi peramban yang ringan dan tidak memakan banyak ruang memori serta cepat terkoneksi dan tanggap merespons tanpa latensi. 

Aplikasi teringan di dunia ini dibangun selama enam bulan sejak Juli 2017. Ketika pertama kali dirilis pada November ini, Mozilla berhasil menjawab kebutuhan konsumen pasar domestik. Firefox Rocket hanya perlu waktu satu detik untuk meluncur sejak ditekan aplikasinya.

Firefox Rocket memiliki lima fitur utama pada aplikasinya. Fitur screenshot dan my shots adalah kombinasi untuk menangkap halaman dan galeri agar bisa dilihat secara offline. Jadi tidak perlu lagi keluar dan membuka fitur galeri gawai. Semua sudah tersimpan secara otomatis.

Pepatah lama menyebut waktu adalah uang, tapi sudah direvisi menjadi data adalah uang pada era modern. Fitur ketiga adalah mode turbo, yang menghemat penggunaan data. Mode ini dengan tanggap mengeliminasi iklan pop-up yang tidak diperlukan oleh pengguna karena memakan memori gawai serta data. Proses selancar pun menjadi lebih efisien dan cepat.

Fitur keempat, blokir gambar adalah fitur yang tidak dimiliki oleh kompetitor lain. Secara otomatis aplikasi ini akan memblokir segala gambar yang dapat memberatkan proses berselancar. Jadi hanya teks saja yang muncul.

Begitu juga fitur kelima, clear cache. Fitur ini sungguh memudahkan penghapusan tong sampah data! Peramban lain memerlukan aplikasi tambahan untuk mengosongkan cache data atau memiliki fiturnya tapi tersembunyi. Sementara fitur clear cache Firefox Rocket langsung ada di garis depan.

Selain itu, Firefox Rocket tidak membanjiri laman awal dengan suguhan berita atau iklan seperti yang kompetitornya lakukan. Jadi tidak mendistraksi penggunanya dengan informasi lain.

Kekurangannya adalah tidak adanya fitur new tab. Jadi, hanya satu jendela yang bisa digunakan oleh pengguna untuk mencari sesuatu. Untuk bisa mencari informasi lain, harus menyudahi sesi. Lain dengan kompetitor yang menyediakan fitur ‘new tab’.

 Tiadanya fitur ini, sepertinya,  yang menjadikan ‘rahasia’ mengapa Firefox Rocket dapat ringan dan responsif. Secara garis besar, aplikasi ini sangat minimalis, tidak ribet dan friendly user. Konsepnya adalah klik, cari, selesai.

 

 

Tag : Mozilla Firefox
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top