Berbagi Data Buat Rentan & Rusaknya Perangkat Digital

Laporan dari Kaspersky Lab yang berjudul My Precious Data: Stranger Danger mengungkap kebiasaan berbagi data serta pengguna yang suka berbagi data dan perangkat mereka, berakibat kehidupan digital mereka menjadi jauh lebih sulit daripada mereka yang tidak berbagi, yaitu terkena kerugian seperti kehilangan data dan perangkat menjadi bermasalah.nn
Agne Yasa | 31 Agustus 2017 21:40 WIB
Ilustrasi - cdt.nd.edu

Bisnis.com, JAKARTA -- Laporan dari Kaspersky Lab yang berjudul My Precious Data: Stranger Danger mengungkap kebiasaan berbagi data serta pengguna yang suka berbagi data dan perangkat mereka, berakibat kehidupan digital mereka menjadi jauh lebih sulit daripada mereka yang tidak berbagi, yaitu terkena kerugian seperti kehilangan data dan perangkat menjadi bermasalah.

Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab mengatakan penelitian Kaspersky Lab menunjukkan bahwa ketika pengguna berbagi data secara digital, mereka cenderung menghadapi permasalahan pada perangkat dan kehilangan data.

"Membuat kehidupan digital mereka menjadi lebih sulit," katanya melalui rilis yang diterima Bisnis, Kamis (31/8/2017).

Pengguna yang berbagi datanya dengan orang lain cenderung mengalami kesulitan dalam kehidupan digitalnya, sebagai contoh, hampir separuh pengguna yang berbagi datanya secara online mengalami kehilangan data di smartphone mereka yaitu 47%.

Kemungkinan kehilangan data bagaimanapun, relatif lebih kecil bagi pengguna yang tidak berbagi data-data mereka dengan orang lain, hanya 13% dari pengguna yang kehilangan data dari smartphone mereka.

Risiko berbagi bahkan lebih tinggi bagi mereka yang berbagi informasi dengan orang tidak dikenal, dengan 59% pengguna smartphone yang telah berbagi data dengan orang tidak dikenal mengaku telah kehilangan data-data mereka.

Pengguna yang berbagi data berharga mereka secara digital juga melaporkan berbagai masalah pada perangkat mereka.

Di smartphone, masalah yang paling umum terjadi adalah iklan yang mengganggu yaitu 51%, dibandingkan dengan 25% pengguna yang tidak berbagi, masalah daya baterai yaitu 41%, dibandingkan dengan 17% orang yang tidak berbagi.

Aplikasi yang beroperasi pada perangkat mereka tanpa persetujuan yaitu 19%, dibandingkan dengan 6% pengguna yang tidak berbagi dan infeksi malware yaitu 14%, dibandingkan dengan 4% orang yang tidak berbagi.

Temuan ini menggambarkan hubungan yang kuat antara permasalahan berbagi dengan perangkat, dimana pengguna yang berbagi data cenderung mengalami kehidupan digital yang bermasalah daripada yang tidak berbagi.

Selain itu, penelitian ini menunjukkan korelasi yang sama terhadap pengguna yang menempatkan perangkat fisik mereka ke orang lain, seperti memperbolehkan smartphone mereka untuk digunakan oleh orang lain dalam jangka waktu tertentu, meletakkan perangkat mereka tidak terkunci di tempat umum, memberikan nomer PIN mereka dan sebagainya.

Pengguna ini juga cenderung mengalami kehilangan data, misalnya, lebih dari separuh yaitu 65% yang berbagi smartphone milik mereka dengan orang lain mengalami kehilangan data-data di smartphone tersebut, dibandingkan dengan 34% pengguna yang tidak melakukannya.

Mochola menambahkan masalah ini diperparah saat pengguna berbagi perangkat digital mereka dengan orang lain, atau dengan orang tidak dikenal.

"Kami tahu bahwa pengguna tidak mungkin berhenti membagikan data berharga yang mereka sukai dengan orang lain secara online - ini adalah salah satu keistimewaan dunia online," katanya.

Namun itu sebabnya sangat penting bagi setiap orang untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya yang mereka tempatkan terhadap data dan perangkat mereka.

"Kami mendesak pengguna untuk memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, apa pun lingkungannya," ujarnya.

Dia mengatakan pendekatan ini untuk mengidentifikasi ancaman yang kompleks dan ditargetkan dan menawarkan pengguna saran yang membantu untuk mengurangi potensi kerusakan pada data dan perangkat mereka.

"Agar membuat pengguna dapat menikmati semua hal yang dunia online tawarkan," katanya.

My Precious Data: Stranger Danger didasarkan pada survei online yang dilakukan oleh firma riset Toluna dan Kaspersky Lab pada Januari 2017. Survei tersebut menilai sikap 16.250 pengguna internet berusia di atas 16 tahun, dari 17 negara di seluruh dunia.

Tag : digital
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top