Kandungan Lokal Seluler, Evercross Sanggup Penuhi TKDN

Vendor perangkat telekomunikasi seluler lokal PT Aries Indo Global selaku pemegang merek Evercross menyatakan kesanggupan terhadap syarat komposisi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) oleh Kementerian Perindustrian.
Sanjey Maltya | 02 Februari 2015 17:41 WIB
Ilustrasi - Jibi

Bisnis.com, JAKARTA-Vendor perangkat telekomunikasi seluler lokal PT Aries Indo Global selaku pemegang merek Evercross menyatakan kesanggupan terhadap syarat komposisi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) oleh Kementerian Perindustrian.

Janto Djojo Direktur Marketing Aries Indo Global menegaskan kesanggupan perseroan terhadap syarat penetapan TKDN oleh Kemenperin dan Kemkominfo.

"Kami sanggup dan harus sanggup, bila itu ketentuan kewajiban dari pemerintah," ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (2/1).

Di sisi lain, Ignasius Warsito, Direktur Industri Elektronika Telematika, Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian menyatakan sebagian industri salah kaprah.

"TKDN dalam industri telematika hanya akan diberlakukan khusus untuk teknologi seluler generasi keempat 4G-LTE. Target TKDN tidak berlaku untuk teknologi 3G ke bawah," ujarnya kepada Bisnis, Senin (2/2).

Dia menjelaskan, khusus untuk industri perangkat jaringan, target TKDN 2015 dinaikkan menjadi 30% dan pada 2017 diharapkan menyentuh porsi 40%. "Sementara untuk industri handset, target TKDN 2015 sebesar 20% sedang 2017 30%."

Menurut Ignasius, pada hakekatnya tujuan TKDN adalah untuk melihat seberapa jauh kemampuan industri dalam negeri menggunakan komponen-komponen lokal, selayak tenaga material, tenaga kerja dan mesin peralatan yang disediakan di pasar dalam negeri.

"Di sisi lain, porsi nilai TKDN terhadap perusahaan ditetapkan secara realistis dan bertahap dalam rangka peningkatan daya saing serta pendalaman struktur industri pendukung lokal."

Dia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri (Kemenperin) 69/2014 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai TKDN Industri Elektronika dan Telematika, penetapan nilai dibagi atas dua yakni nilai TKDN manufaktur 80% dan nilai TKDN pengembangan 20%.

Pada belahan serupa, Bambang Suseno Direktur Direktorat Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo membenarkan aplikasi sertifikasi TKDN bagi industri elektronika-telematika ditarget mencapai 20%-30% sepanjang 2015.

"Khusus industri perangkat [handset] ditarget 20% dan industri perangkat jaringan ditetapkan 30%. Sedangkan pada 2017 ditargetkan masing-masing menyentuh porsi 30% dan 40%," jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (2/1).

Dia menjelaskan, metodologi penghitungan TKDN tidak hanya ditetapkan berdasarkan komponen penyusun melainkan juga melalui tenaga kerja alias sumber daya manusia (SDM), hingga pembiayaan R&D (penelitian dan pengembangan) baik di universitas maupun institusi pendidikan lainnya.

"Seperti yang dilakukan BlackBerry di ITB. Sehingga bila ada yang menyatakan tidak mampu, itu berarti melecehkan Indonesia."

Bambang mengungkap, saat ini setidaknya ada delapan vendor se-industri yang telah menyatakan kesanggupan atas penetapan TKDN terhadap keberlangsungan teknologi seluler generasi keempat 4G dengan cantuman adaptasi evolusi jangka panjang LTE. "Dari dalam negeri, Polytron, Mito dan Evercross telah menyatakan kesanggupan."

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tkdn

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top