Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank-bank Besar Asia Tenggara Pacu Pembiayaan Proyek Properti Hijau

Para praktisi perbankan di Asia Tenggara bergegas membiayai berbagai proyek properti hijau yang ramah lingkungan. Bank-bank kitu di antaranya antara lain DBS Group, OCBC, UOB, dan Maybank.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  16:56 WIB
Gedung perkantoran di pusat finansial Singapura, foto file 2016. - Reuters
Gedung perkantoran di pusat finansial Singapura, foto file 2016. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bank-bank terbesar di Asia Tenggara berebut membiayai proyek-proyek properti hijau di tengah terguncang bsinsi real estat Asia lantaran krisis utang China Evergrande.

Sejumlah bank besar itu, menurut Nikkei Asia pada Kamis (21/10/2021) antara lain DBS Group, OCBC, UOB, dan Maybank, yang berfgegas mendukung proyek-proyek yang menggabungkan tujuan lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST).

Sasaran LST dimaksudkan untuk menahan perusahaan pada standar etika tertentu termasuk memastikan bahwa dampak lingkungan dari proyek konstruksi diminimalkan dari awal hingga selesai.

Di Thailand, Asia Capital Real Estate, perusahaan ekuitas swasta dengan kantor di New York dan Singapura, mengembangkan kompleks apartemen sewa yang ramah lingkungan di Phuket. Proyek berisi 505 unit itu menawarkan fitur seperti panel surya dan peralatan hemat energi.

Perusahaan itu menerima pinjaman hijau sebesar 675 juta baht (Rp285 miliar) dari UOB Thailand untuk konstruksi.

Di Singapura, usaha patungan City Developments dan MCL Land pada Agustus mendapatkan pinjaman hijau Sin$847 juta (Rp8,9 triliun) untuk membiayai dua proyek, salah satunya kondominium berisi 630 unit hunian yang dilengkapi dengan panel surya.

Pengembangan ini akan dibiayai melalui pinjaman hijau sebesar Sin$$418 juta yang diberikan UOB, dengan proyek lainnya didukung oleh paket pembiayaan pinjaman hijau Sin$429 juta dari DBS.

Pengembangan yang dibiayai DBS adalah proyek serba guna yang terdiri dari sekitar 400 apartemen dan ruang ritel komersial, dengan fitur ramah lingkungan seperti perlengkapan hemat energi, serta sistem pengangkutan limbah pneumatik.

Maybank, bank terbesar di Malaysia, menjadi salah satu dari sejumlah pemberi pinjaman yang pada awal tahun ini memperpanjang pinjaman hijau 5 tahun dengan total Sin$1,22 miliar untuk membiayai kembali pengembangan multiguna yang dikelola CDL di pusat Singapura.

OCBC Singapura dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Jepang juga ikut membiayai proyek tersebut.

Proyek itu memiliki fitur arsitektur yang dirancang untuk memanen air hujan, serta sel fotovoltaik untuk mengubah sinar matahari menjadi listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti bangunan hijau

Sumber : Nikkei Asia

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top