Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kontraksi Ekonomi Indonesia Relatif Lebih Baik di Antara Anggota Asean dan G20

Kondisi perekonomian Indonesia cukup moderat, apalagi disandingkan dengan anggota G20 dan Asean. Berdasarkan proyeksi berbagai lembaga internasional, kontraksi Indonesia cukup mengembirakan (resilience).
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  11:14 WIB
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacariburn
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacariburn

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan bahwa hampir seluruh dunia menghadapi tantangan sama besarnya pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Meski begitu, kondisi perekonomian Indonesia cukup moderat, apalagi disandingkan dengan anggota G20 dan Asean. Berdasarkan proyeksi berbagai lembaga internasional, kontraksi Indonesia cukup mengembirakan (resilience).

“Perekonomian estiasi kita terakhir berada di angka minus 2,2 persen sampai minus 1,7 persen. Kita bandingkan dengan G20 dan Asean, kita relatif cukup baik. Cuma Tiongkok dan Vietnam yang positif. Kontraksi kita cukup moderat,” katanya pada acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021, Selasa (26/1/2021).

Febrio menjelaskan bahwa begitu pula dengan kondisi defisit fiskal pada 2020. Berdasarkan realisasi sementara, Indonesia minus 6,1 persen. Jika dibandingkan dengan anggota Asean, kontrkasinya lebih dalam bahkan mencapai dobel digit.

Sementara itu, risiko ekonomi akibat dari intervensi pemerintah untuk menjaga ekonomi, dilihat dari indikator utang publik terhadap produk domestik bruto (PDB), Tanah Air cukup resilience.

“Kalau kita lihat dengan G20 dan Asean, rasio utang publik Indonesia termasuk paling rendah dan kenaikannya sangat manageable,” jelasnya.

Realisasi utang publik Indonesia sementara di angka 38,5 persen. Sementara negara Asean seperti Filipina 48,9 persen, Vietnam 46,6 persen, Thailand 50,4 persen, dan Malaysia mencapai 67,6 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi indonesia bkf Virus Corona Bisnis Indonesia Business Challenges (BIBC)
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top