Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ALFI: Indonesia Saatnya Jadi Hub Logistik di Asean

Pebisnis logistik menilai Indonesia memiliki potensi untuk bisa menjadi hub logistik di Asean usai sektor pergudangan mencatatkan pertumbuhan tinggi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  17:18 WIB
Kegiatan Bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Selasa (8/9/2020). - Bisnis/Bobi Bani.
Kegiatan Bongkar muat kontainer di Pelabuhan Batu Ampar, Selasa (8/9/2020). - Bisnis/Bobi Bani.

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha logistik dan pemerintah Indonesia harus memperhatikan peran Indonesia dalam sektor logistik dalam cakupan Asean. Seharusnya, potensi pertumbuhan sektor ini terutama pergudangan dapat melesat lebih tinggi.

Ketua DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menjelaskan Indonesia mempunyai posisi, potensi, dan kekuatan logistik berkaitan rantai pasok di Asean.

"Indonesia selalu bicara potensi pasar dari jumlah penduduk 270 juta, di Asean Indonesia negara terbesar, berpenduduk 42 persen dari warga Asean. Jadi kalau ingin menjadi salah satu hub logistik di Asean, harus bicara 650 juta penduduk Asean," jelasnya kepada Bisnis.com, Kamis (15/10/2020).

Menurutnya, sudah waktunya tidak lagi berbicara mengenai 270 juta populasi Indonesia, karena sangat wajar pertumbuhan sektor logistik dan pergudangan meningkat dengan jumlah penduduk dan sejumlah kemudahan investasi yang tengah digenjot melalui omnibus law.

Dia menjelaskan ketika Indonesia mampu menarik investasi dan perdagangan internasional sudah tentu logistik terutama pergudangan akan turut meningkat. Dengan demikian, sudah waktunya pelaku usaha mengambil kue yang lebih besar yakni pasar Asean dan tidak hanya menjadi menonton potensi yang ada.

"Analisa dari pelaku logistik harusnya pertumbuhan sektor ini bisa lebih tinggi dari saat ini, dengan jumlah penduduk yang dimiliki, pertumbuhan rata-rata logistik yang dua kali dari pertumbuhan ekonomi," paparnya.

Menurutnya, terlepas dari kondisi Covid-19 Indonesia tetap dapat bertumbuh dengan lompatan tinggi terutama di sektor logistik. Dengan upaya memacu pertumbuhan ekonomi, investasi yang masuk dengan adanya omnibus law seharusnya pertumbuhan logistik Indonesia dalam 5 tahun ke depan bisa antara 70-85 persen.

"Itu yang saya bilang kalau mau ambil kue besar di Asean tidak hanya menonton dan bisa menarik investasinya di sini, semakin besar investasi masuk ke Indonesia, akan jadi basis industri terbesar di Asean, dan potensi terbesar di bidang logistik terutama pergudangan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top