Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asean Dorong Kebijakan Non Tariff untuk Barang Esensial

Langkah itu sebagai bagian implementasi Ha Noi Plan of Action on Strengthening ASEAN’s Economic Cooperation and Supply Chain Connectivity in Response to Covid-19.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  09:14 WIB
Kepala negara Asean berfoto bersama di sela-sela KTT ke-34 Asean di Bangkok, Thailand, Minggu (23/6/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Kepala negara Asean berfoto bersama di sela-sela KTT ke-34 Asean di Bangkok, Thailand, Minggu (23/6/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Negara-negara Asean mulai menyerukan pengurangan Non Tariff Measures (NTMs), terutama untuk kemudahan lalu lintas barang-barang esensial di kawasan.

Langkah itu sebagai bagian implementasi Ha Noi Plan of Action on Strengthening ASEAN’s Economic Cooperation and Supply Chain Connectivity in Response to Covid-19.

Selain itu, langkah ini juga merupakan salah satu butir rekomendasi dari pertemuan virtual yang dipimpin oleh Permanent Secretary of the Ministry of Trade and Industry Singapura Gabriel Lim, dan dihadiri oleh seluruh pemimpin HLTF-EI dari 10 negara ASEAN tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman, selaku Ketua HLTF-EI Indonesia, secara khusus menyampaikan beberapa hal yang dapat dilakukan ASEAN dalam proses pemulihan ekonomi.

Beberapa langkah tersebut a.l. transformasi ekonomi menuju digitalisasi khususnya bagi UMKM; peningkatan pemanfaatan penggunaan tanda tangan dan stempel elektronik SKA Form D melalui ASEAN Single Window, terlebih untuk masa pembatasan sosial; mendorong pengaturan ASEAN travel corridors dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan; serta memastikan penandatangan RCEP tahun 2020 untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Dikutip dari pernyataan resmi Gugus Tugas Integrasi Ekonomi ASEAN, Rabu malam (29/7/2020), pertemuan ini juga memberikan lima rekomendasi. Pertama, mendorong implementasi tepat waktu program prioritas di bawah kepemimpinan Vietnam.

Kedua, memberi arahan agar semua pihak di bawah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ikut serta dalam proses Mid Term Review (MTR) Cetak Biru MEA 2025.

Ketiga, memperhatikan proses penyusunan ASEAN Post 2025 secara seksama, yang pada substansinya mengacu pada hasil MTR dan memperhatikan pengalaman dari pandemi Covid-19, serta memiliki mekanisme koordinasi yang baik antar tiga pilar ASEAN.

Keempat, menginstruksikan agar lembaga terkait di bawah MEA memberi masukan terhadap dokumen Consolidated Strategy on the 4.0 IR for ASEAN.

Kelima, perlunya peningkatan engagement dengan Inggris, dan perlunya meninjau kembali tingkat ambisi ASEAN dalam Free Trade Agreements (FTAs).

Sebagai informasi, HLTF-EI merupakan Working Group Think-tank ASEAN Economy yang terdiri dari para pejabat senior ekonomi dari masing-masing negara anggota ASEAN.

Tugasnya untuk mengambil keputusan strategis terhadap isu-isu tertentu, serta memberikan rekomendasi kepada para Menteri Ekonomi ASEAN atas persoalan-persoalan yang menghambat ekonomi dan implementasi Cetak Biru MEA 2025.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asean hambatan non tarif
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top