Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Pemimpin Asean Sepakati Penguatan Ekonomi Digital

Indonesia bersama pemimpin Asean menyepakati penguatan kerja sama ekonomi digital untuk pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 26 Juni 2020  |  22:26 WIB
Seorang wanita berjalan melewati spanduk di tempat KTT Asean di Bangkok, Thailand 21 Juni 2019. - Reuters
Seorang wanita berjalan melewati spanduk di tempat KTT Asean di Bangkok, Thailand 21 Juni 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia bersama pemimpin Asean lainnya menyambut baik rekomendasi Asean Business Advisory Council (Asean-BAC) untuk pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19, terutama mengenai penguatan kerja sama ekonomi digital.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto bersama yang mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden RI dalam pertemuan Asean Leaders’ Interface with Asean-BAC secara virtual. Adapun, pertemuan tersebut membahas sejumlah rekomendasi Asean-BAC bagi pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

“Penguatan ekonomi digital ini dinilai relevan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi pascapandemi Covid-19 dengan berbagai upaya peningkatan fasilitasi perdagangan untuk mempertahankan dan meningkatkan kelancaran arus perdagangan di tengah kebijakan pembatasan sosial dan new normal yang masih akan terus berlanjut," kata Agus dalam siaran pers, Jumat (26/6/2020).

Dia menambahkan, pada pertemuan tersebut, Indonesia menekankan tiga fokus dalam menghadapi gejolak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Ketiga langkah tersebut yaitu, pertama, mendorong kerja sama ekonomi digital melalui pemanfaatan niaga elektronik (e-commerce) untuk meningkatkan daya saing dan operasionalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pihanknya ekonomi digital sudah menjadi realitas ekonomi saat ini sehingga pemanfaatan niaga elektronik perlu didorong guna mencapai tujuan tersebut di berbagai kondisi.

Kedua, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) melalui penyusunan kurikulum pengembangan industri 4.0 untuk memenuhi kebutuhan industri di era Revolusi Industri 4.0.

Agus menuturkan saat ini Indonesia tengah menjajaki penyusunan kurikulum tersebut dan Asean juga telah berupaya mentransformasi pendidikan vokasi melalui pendidikan pelatihan teknik dan vokasi (Technical and Vocational Education Training/TVET).

Ketiga, Indonesia bersama negara anggota Asean lain berkomitmen menyelesaikan perundingan RCEP untuk meningkatkan integrasi ekonomi di kawasan. Untuk itu, masukan dari pelaku bisnis, seperti yang ditunjukkan oleh Asean-BAC sangat diperlukan untuk meningkatkan pemanfaatan
RCEP bagi ekonomi kawasan.

Sementara itu, selaku perwakilan pelaku usaha di Asean, Asean-BAC menyampaikan usulan penanganan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi dan pascapandemi Covid-19 kepada Kepala Negara/Pemerintahan Asean untuk fokus pada tiga hal, yaitu pembentukan Asean High Level
Special Commission on Covid-19, peningkatan kapasitas tes massal Covid-19, dan rencana pembukaan ekonomi pascapandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendag asean
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top