Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Industri Kreatif , Pelaku Usaha Optimistis Periklanan Menjanjikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan industri kreatif berkembang sangat pesat di dunia seiring perkembangan teknologi digital.
Wahab Afwan, Managing Director FPG Indonesia./Istimewa
Wahab Afwan, Managing Director FPG Indonesia./Istimewa

 Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan industri kreatif berkembang sangat pesat di dunia seiring perkembangan teknologi digital.

Kalangan pengusaha di sektor kreatif perlu melakukan berbagai terobosan untuk menangkap peluang tersebut. Salah satu sub-sektor yang berkontribusi dalam bidang ekonomi kreatif adalah periklanan.

FPG Indonesia, yang berlatar belakang perusahaan periklanan siap menjadi Network Hub perusahaan kreatif pertama di Indonesia.  

“Menangkap peluang di era kreatif dan teknologi 4.0, FPG Indonesia siap menjadi Network Hub pertama di Indonesia bidang komunikasi dan marketing. Selain sebagai strategic communication consultant, layanan kami termasuk Creative & Media Implementation," ujar Wahab Afwan, Managing Director FPG Indonesia, Rabu (28/11/2019).

Badan utama PBB, yaitu United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) melaporkan bahwa nilai global produk dan jasa kreatif di dunia terus tumbuh dengan pesat.  Sejumlah lembaga nasional juga mencatat tren peningkatan sumbangan industri kreatif terhadap ekonomi nasional dan diperkirakan mencapai Rp 1.211 triliun tahun ini.

Pentingnya sektor kreatif ini juga direspons oleh Presiden Joko Widodo, dengan membentuk nomenklatur baru yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dipimpin oleh Wishnutama Kusubandio. Sektor kreatif kemudian digadang-gadang akan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia. 

Menurut Afwan, Keuntungan Network Hub di bidang komunikasi dan marketing adalah perusahaan dapat memilih beragamnya tenaga profesional dibidang periklanan, kreatif, media maupun pemasaran dengan tetap menjaga OKR (Objective & Key Result) dari setiap product/brand.  Di Network Hub ini setiap implementasi akan dikawal ketat oleh para expertise komunikasi dari FPG Indonesia yang sudah berpengalaman di client side, research agency, ataupun multinational/local agency, selain itu juga di FPG Indonesia memungkinkan untuk joint colllaborations jika product/brand sudah mempunyai inhouse creative.

“Dengan adanya kolaborasi antara agency dan inhouse creative, bisa win-win solutions, klien bisa mendapatkan output terbaik dengan efektif dan efisien," ujar Afwan.

Pada era keterbukaan ini, siapapun memungkinkan untuk menjadi insan industri kreatif. FPG Indonesia memfasilitasi para talenta muda untuk berkreasi. 

“Indonesia akan menikmati bonus demografi dengan berlimpahnya tenaga produktif. FPG Indonesia, sangat terbuka untuk milenial bergabung baik sebagai professional maupun untuk magang,  dan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh mahasiswa-mahasiswi semester akhir yang sedang karya tulis untuk berkreasi di FPG Indonesia, "tambah Afwan.

Dengan dukungan para expertise communication di FPG Indonesia, Afwan yakin bahwa Network hub ini akan menjadi tempat ideal untuk dilakukannya transfer knowledge sehingga menciptakan tenaga unggul di bidang industri kreatif. Hal ini juga merupakan wujud komitmen dan kontribusi FPG Indonesia untuk mensupport visi Presiden Jokowi mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju.

Sebelumnya, pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2015 telah mengklasifikan produk ekonomi kreatif ke dalam 16 subsektor. Selain subsektor periklanan, sektor lainnya adalah arsitektur, disain interior, komunikasi visual, disain produk, film-animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, music, fesyen, aplikasi dan game developer, penerbitan, TV dan radio, seni pertunjukan dan seni rupa.

“Kami optimis bahwa periklanan akan menjadi subsektor industi kreatif yang menjanjikan. Pada  2020 FPG Indonesia mentargetkan pertumbuhan sebesar 15%. Harapan kami, FPG Indonesia bisa meraih market share sebesar 2%-5% di industri  kreatif, khususnya periklanan,” ujar Afwan yang juga ketua komisi tetap bidang advertising di Kadin Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper