Luncurkan OYO Life, OYO Siap Transformasi Bisnis Indekos di Indonesia

Kenaikan harga hunian yang begitu cepat membuat sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama kaum muda atau milenial memilih untuk tinggal di hunian sementara sambil menunggu tercapainya kemampuan finansial untuk memiliki hunian permanen.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  19:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kenaikan harga hunian yang begitu cepat membuat sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama kaum muda atau milenial memilih untuk tinggal di hunian sementara sambil menunggu tercapainya kemampuan finansial untuk memiliki hunian permanen.

Hal tersebut tentunya menjadi peluang emas bagi pelaku usaha indekos, terutama di kota-kota besar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi di Tanah Air. Pasalnya, saat ini indekos masih menjadi pilihan utama hunian sementara ketimbang menyewa apartemen atau rumah tapak lantaran harganya dinilai lebih terjangkau.

Selain itu, perubahan preferensi kaum millennials yang lebih memilih untuk menghabiskan uangnya untuk mendapatkan pengalaman alih-alih membeli hunian permanen semakin membuat bisnis indekos semakin menggiurkan.

Berangkat dari peluang emas tersebut, merespon hal tersebut OYO Hotels and Homes (OYO) memperkenalkan model hospitality menyeluruh dari hulu ke hilir (full stack) untuk mentransformasi bisnis kost melalui peluncuran OYO Life.

OYO Life merupakan produk penyewaan tempat tinggal jangka panjang dari OYO, OYO Life menawarkan pengalaman tinggal yang aman, terstandarisasi, dan terjangkau bagi kaum millenials.

Country Head for Emerging Business OYO Hotels & Homes Indonesia Eko Bramantyo mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengembangkan bisnis ke segmen akomodasi jangka panjang guna melayani kebutuhan penyewaan tempat tinggal berkualitas bagi profesional muda dan pelajar.

OYO diketahui telah berhasil berkembang menjadi jaringan hotel terbesar di Indonesia dalam kurun waktu kurang dari setahun dan mencapai ekspansi di 100 kota.

"Peluncuran brand OYO Life ini juga menjadi bagian penting dari komitmen investasi kami sejumlah US$ 300 juta untuk mengembangkan industri hospitality di Indonesia.” katanya di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Menurut Eko, Indonesia menjadi negara ketiga tempat diluncurkannya OYO Life setelah India dan Jepang. Untuk tahap awal setelah peluncuran di Indonesia, OYO Life hadir di 8 kota dengan 2.500 kamar dan ditargetkan akan mencapai 10.000 kamar di lebih dari 10 kota hingga akhir tahun 2019.

Adapun, untuk mencapai target tersebut, Eko menyebut pihaknya menyiapkan dua strategi, yakni menggaet mitra baru atau pemilik indelos yang potensial Kedua, pihaknya akan mempercepat standardisasi sarana dari indekos yang akan bergabung dalam OYO Life.

Eko menjelaskan setiap indekos yang bergabung dalam OYO Life ini difokuska pada kenyamanan dan kemudahan bagi milenial yang melek teknologi, seperti koneksi Wi-Fi, televisi, jasa housekeeping, kamera CCTV, dan juga layanan 24 jam di mana penghuni dapat menghubungi tim OYO Support setiap saat, tanpa biaya tambahan dari harga sewa bulanannya.

Eko mengatakan pemilik indekos tak perlu memikirkan pengelolaan yang selama ini dinilai cukup merepotkan. Pemilik kos hanya perlu berdiskusi di awal tentang terminologi indekosnya, lalu setelah disepakati yang mencakup investasi yang dibutuhkan, mereka tinggal menyerahkan pengelolaan kepada OYO Hotels and Homes.

"Kita akan langsung mulai melakukan perbaikan agar sesuai standar. Pemilik juga tidak akan dipusingkan apabila terjadi masalah karena kami sudah menyediakan layanan untuk menangani hal tersebut," ungkapnya.

Eko menambahkan pihaknya juga menawarkan kemudahan dari sisi teknologi kepada pemilik indekos melalui OYO Operating System, khususnya dalam hal perawatan properti, pembayaran sewa, dan pemasaran.

"Pemilik indekos dapat melakukan pelaporan keuangan dengan mudah sebab pembayaran sudah cashless. Pemilik [indekos] juga bisa melihat jadwal maintenance dengan mudah," ungkapnya.

Selain itu, Eko mengklaim bahwa indekos yang bergabung dalam OYO Life dapat meraih peningkatan okupansi lebih dari 80% hanya dalam waktu 30 hari.

"Kami berani memberikan garansi [untuk itu], OYO Life bukan hanya sebuah platform pencarian atau aggregator properti," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hotel budget

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top