Apindo Buka Peluang Kerja Sama Energi Terbarukan dengan Sejumlah Negara

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membuka peluang kerja sama dengan sejumlah negara dalam mengembangkan bisnis di bidang energi baru terbarukan (EBT) dan konservasi energi.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  16:18 WIB
 Apindo Buka Peluang Kerja Sama Energi Terbarukan dengan Sejumlah Negara
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) membuka peluang kerja sama dengan sejumlah negara dalam mengembangkan bisnis di bidang energi baru terbarukan (EBT) dan konservasi energi.

Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Eddy Hussy mengatakan pihaknya sedang menjajaki sejumlah kerja sama dengan pengusaha asal luar negeri mulai dari Swedia, Korea Selatan, maupun Jepang untuk mengembangkan bisnis EBT dan konservasi energi. Tren dunia yang mulai mengembangkan teknologi EBT dan konservasi energi mendorong semakin banyak pengusaha Indonesia untuk membuat bisnis ini memiliki tarif murah dan kompetitif di Indonesia. 

Untuk kerja sama dengan Swedia, saat ini masih dalam tahap penjajakan dengan rencana bisnis yang dikembangkan adalah bidang teknologi konservasi energi. Nantinya, tidak menutup kemungkinan kerja sama kedua negara akan berkaitan tentang pembangkitan. 

"Kami Apindo mendorong pengembangan teknologi yang ramah lingkungan dan low cost. Semua dalam taraf penjajakan dan akan dilakukan lebih besar lagi dengan membangun energi ramah lingkungan maupun power plant," katanya, Selasa (8/10/2019).

Managing Partner International Strategic Partnership Center (ISPC) Apindo Mira‎ Maulida mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung dengan investasi sehingga butuh suatu percepatan yang salah satunya dilakukan melalui pertemuan bilateral antar pengusaha. Menurutnya, kondisi Indonesia yang sangat potensial dalam pengembangan EBT membuat banyak negara tertarik untuk berinvestasi. 

Saat ini, penjajakan bisnis yang menunjukkan hasil yang cukup memuaskan adalah bidang power quality yang memastikan listrik yang diproduksi tidak hanya berdasarkan kuantitas tetapi juga kualitas, misalnya memiliki tegangan yang stabil maupun frekuensi yang sesuai. 

Adapun, penjajakan juga dilakukan antara PT PLN (Persero) dengan Uni Power, perusahaan kecil menengah dari Swedia.

"Kita tidak hanya wacana, tetapi juga konkrit. Swedia adalah salah satu contoh, ini melibatkan 100% pelaku bisnis," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi terbarukan, apindo

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top