Indonesia Energy and Engineering Series Exhibition Libatkan 1.400 Perusahaan

Indonesia Energy and Engineering Series Exhibition yang terdiri dari lima pameran industri melibatkan 1.400 perusahaan dari 39 negara.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 18 September 2019  |  13:56 WIB
Indonesia Energy and Engineering Series Exhibition Libatkan 1.400 Perusahaan
Alat berat dioperasikan untuk membongkar muatan batu bara dari kapal tongkang, di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia Energy and Engineering Series Exhibition yang terdiri dari lima pameran industri melibatkan 1.400 perusahaan dari 39 negara.

Pameran internasional ini resmi dibuka untuk umum mulai hari ini, Rabu (18/9/2019) hingga Jumat (20/9/2019) di Jakarta International Expo, Kemayoran. Lima pameran yang terdiri dari Mining Indonesia, Oil and Gas Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show SEA Indonesia, dan Marintec Indonesia ini, bertujuan untuk memfasilitasi dan mempromosikan pelaku usaha untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Event Director PT Pamerindo Indonesia Maysia Stephanie mengatakan lima pameran sektor industri ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Dia berharap ajang Indonesia Energy and Engineering diselenggarakan sebagai platform ideal bagi para pemain industri dari seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat dan berbagi pemikiran serta membangun kemitraan.

"Pameran-pameran yang ada hadir dengan menampilkan teknologi terkini dan solusi bagi seluruh rantai pasok untuk meningkatkan daya saing dan pembangunan berkelanjutan," ujarnya dalam konferensi pers pembukaan Indonesia Energy and Engineering Shows, Rabu (18/9/2019).

Pembangunan berkelanjutan dapat dilihat dari tiga pilar, yakni kecelakaan nihil, pembangunan ramah lingkungan, dan keberlanjutan. Untuk menuju Sustainable Development Goal (SDG), penting bagi industri meningkatkan efisiensi, dan inovasi teknologi.

Andrew Wong, Managing Director Swagelok Indonesia, perusahaan penyedia produk sistem fluida, perakitan, dan jasa di bidang migas, kimia, dan petrokimia asal Amerika Serikat mengatakan dalam menghadapi tantangan industri minyak dan gas bumi yang tidak mudah, perlu adanya inovasi, peningkatan kualitas, hingga efisiensi energi.

"Setiap tahunnya kami menghadapi tantangan teknis yang semakin kompleks, misalnya sumur yang lebih dalam, tekanan suhu yang tinggi, serta lingkungan yang lebih korosif," ujarnya.

Dia menambahkan dengan tantangan tersebut, perlu ada standar, aturan investasi, bentuk pengawasan, hingga pertanggungjawaban yang lebih.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Eddy Kurniawan Logam mengatakan untuk memastikan industri galangan kapal bertumbuh dan berkelanjutan, sudah sewajarnya industri komponen pendukung dapat berkembang.

"Ketika maritim Indonesia bertumbuh, otomatis dapat memenuhi permintaan akan kapal pelayaran dan bahkan mungkin ke depan kita bisa mengekspor kapal ke negara lain," katanya.

Saat ini, pihaknya fokus melakukan kolaborasi dengan investor dari negara lain untuk mengembangkan industri galangan kapal nasional. Menurutnya, jika kebiasaan membeli kapal bekas asing terus dilakukan, maka defisit neraca perdagangan menjadi keniscayaan.

"Di sini menurut saya pameran Marintec Indonesia memainkan peranan penting sebagai fasilitator dan pendukung para pemain industri dalam perkembangan ini," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi, pertambangan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top