1.100 Pelaku Usaha Siap Tampil di Trade Expo Indonesia ke-34

Kementerian Perdagangan menargetkan peningkatan jumlah pelaku usaha dari dalam negeri yang akan terlibat pada Trade Expo Indonesia (TEI) tahun ini.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 18 September 2019  |  14:09 WIB
1.100 Pelaku Usaha Siap Tampil di Trade Expo Indonesia ke-34
Konferensi pers TEI 2019, Rabu (18/9/2019). - dok. Kemendag

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan menargetkan peningkatan jumlah pelaku usaha dari dalam negeri yang akan terlibat pada Trade Expo Indonesia (TEI) tahun ini.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Dody Edward mengatakan, sampai dengan saat ini sebanyak 1.100 pelaku usaha telah terdaftar peserta pameran atau exhibitor sebagai pada TEI ke-34 yang akan digelar pada 16—20 Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) - Bumi Serpong Damai (BSD). Adapun Kemendag menargetkan 1.250 pelaku usaha yang akan menjadi exhibitor dalam pameran dagang internasional terbesar di Indonesia tersebut.

“Harapan kami [exhibitor] yang akan terlibat akan meningkat dan bisa mencapai target awal sampai dengan 1.250 exhibitor,” katanya dalam konferensi pers TEI ke-34 yang digelar di Jakarta, Rabu, (18/9/2019).

Dody menjelaskan, exhibitor yang terlibat dalam TEI ke-34 nantinya akan dibagi ke dalam beberapa zona yang menempati area seluas 24.732 m2 yang terdiri dari 10 hall.

Adapun perinciannya, Kuliner Nusantara (Nusantara Culinary) berada di hall 1 dan 10, Produk Lokal Unggulan (Local Champion) di hall 2, dan Produk Kreatif dan Premium (Premium dan Creative) di hall 3 dan 3A.

Sementara itu, Produk Manufaktur dan Jasa (Manufacturing Products and Services) di hall 5 dan 6, Produk Makanan dan Minuman (Food and Beverages) di hall 7 dan 8, dan Produk Dekorasi dan Furnitur (Furnitur and Home Décor) di hall 9.

“Zonasi ini ditentukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Termasuk saran dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, dari perwakilan perdagangan di luar negeri, serta masukan dari para buyer (pembeli) di penyelenggaraan TEI sebelumnya.”

Adapun untuk menjaring pembeli dari luar negeri, Kemendag telah berkoordinasi dengan 132 kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, 23 atase perdagangan, 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia, Duta Besar World Trade Organization (WTO), serta Konsul Perdagangan.

“Upaya tersebut menjadi tindak lanjut reorientasi dan reposisi perwakilan dagang di luar negeri. Tidak hanya menjadi pemasar, tapi juga menjadi pelayanan pelanggan bagi buyer di negara akreditasi mereka yang menjadi mitra pelaku usaha Indonesia,” papar Dody.

Hingga 17 September 2019, Kemendag mencatat telah terdaftar lebih dari 1.125 calon pembeli potensial yang berasal dari 56 negara.

Selain transaksi dengan pembeli dari luar negeri, diharapkan juga akan terjadi transaksi dengan pembeli dari dalam negeri melalui misi dagang lokal di TEI ke-3.

"Untuk itu, pemerintah daerah diimbau untuk membawa para pelaku usaha daerah masing-masing ke TEI 2019," kata Dody.

Dody menegaskan, sama seperti dua tahun sebelumnya, pembiayaan TEI kali ini murni ditanggung pihak swasta. Oleh karena itu, dia menilai exhibitor TEI yang terjaring adalah pelaku usaha yang memiliki keinginan dan kemampuan menjalankan bisnis internasional secara produksi, manajemen, serta yang siap masuk ke pasar ekspor dan bersaing di pasar global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
trade expo indonesia, tei

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top