Anterin.id, Pendatang Baru Penantang Gojek dan Grab Indonesia

Anterin.id berkonsep langganan sehingga berbeda dengan Gojek dan Grab Indonesia yang berbasis komisi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 17 September 2019  |  17:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Bisnis transportasi dalam jaringan kembali menjanjikan persaingan setelah munculnya Anterin.id untuk menandingi hegemoni Gojek dan Grab Indonesia.

Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Anterin.id Imron Hamzah menuturkan aplikasi marketplace untuk transportasi daring itu mewadahi para mitra penyedia jasa transportasi ojek online, taksi online maupun on demand delivery dalam aplikasinya.

Menurutnya, Anterin.id menawarkan kelebihan yaitu para mitra penyedia dikenakan biaya berlangganan tanpa potongan komisi. Dengan konsep itu, ongkos yang dibayarkan penumpang seluruhnya diambil oleh mitra pengemudi.

"Saya berani klaim yang pertama, karena driver tidak dari komisi, hanya bayar biaya langganan," kata Imron Hamzah kepada Bisnis.com, Selasa (17/9/2019). 

Saat ini, paparnya, biaya langganan bulanan hanya Rp150.000 per pengemudi, baik roda dua maupun roda empat, tanpa potongan komisi, sehingga kalau ada order itu semua keuntungan diberikan 100 persen untuk pengemudi.

Dengan konsep tersebut, katanya, para pengemudi dapat meningkatkan pendapatannya sekaligus mendapatkan pengguna langganan. Solusi itu sebagai upaya menyelesaikan masalah sosial pengemudi transportasi online yang sangat mengandalkan insentif.

Sebagai market place terangnya, pengguna dapat bebas memilih preferensi mitra yang diinginkan mulai dari tarif, jarak terdekat, hingga preferensi gender. Aplikasi tersebut akan memunculkan berbagai pilihan mitra yang dapat dipilih pengguna sehingga sistemnya seperti bidding atau lelang yang langsung dipilih penggunanya.

"Ke depan akan terus kami kembangkan dengan jenis layanan dan inovasi sesuai dengan pasar yang ada, konsep marketplace seperti itu," tuturnya.

Dia memastikan mitra yang menggunakan jasanya tetap patuh terhadap Peraturan Kementerian Perhubungan (PM) 12/2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat dan PM No.118/2018 tentang Angkutan Sewa Khusus.

Dia mengklaim konsep yang dibangunnya menjadikan para pengemudi mandiri karena pengemudi bisa mendapatkan langganan, serta bebas dari tarikan komisi.

"Anterin sebagai marketplace akan meningkatkan pengguna, itu keuntungan buat pengemudi, sehingga ketika demikian tidak perlu lagi lihat titik-titik ramai, mereka bisa membangun komunitas sendiri," paparnya.

Anterin masih berupa perusahaan rintisan dengan pendanaan lokal, tetapi sudah memiliki 200.000 mitra pengemudi yang 90 persen di antaranya adalah pengemudi ojek online.

Menurutnya, konsep Anterin berbasis langganan sangat berbeda dengan yang diusung oleh aplikasi transportasi daring lain seperti Gojek dan Grab Indonesia yang berbasis komisi atau commision base.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gojek, transportasi online, grab indonesia

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top