Kemenkop Gandeng ABAC Kembangkan Pendampingan UKM

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama dengan Asean Business Advisory Council (ABAC), menjalin kerja sama untuk menyusun modul pendampingan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 12 September 2019  |  16:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama dengan Asean Business Advisory Council (ABAC), menjalin kerja sama untuk menyusun modul pendampingan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit mengatakan, Indonesia menjadi salah satu negara di Asean selain Malaysia dan Filipina yang ditunjuk sebagai pelaksana pilot project Asean Mentorship for Entrepreneur Network (AMEN).

Menurutnya, ketiga negara tersebut diminta mendiskusikan modul pendampingan dan pengembangan kepada UKM. Modul tersebut nantinya akan diimplementasikan dalam skala regional Asean.

“Masukan dari pelaku usaha terutama UKM Indonesia akan sangat bermanfaat untuk mempersiapkan modul pendampingan yang dapat menjadi pondasi pelaksanaan AMEN pada masa depan,” ujarnya di Gedung Smesco, Kamis (12/9/2019).

Adapun, inisiasi program AMEN berasal dari ABAC dan menjadi salah satu program prioritas Asean Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME) 2019. Awalnya AMEN digagas oleh Filipina dengan tujuan utama membentuk wadah bagi UKM untuk dapat mengakses 3M (Money, Market, and Mentorship), serta untuk meningkatkan kapasitas, produktivtitas dan mendorong UKM untuk naik kelas.

Khusus untuk Indonesia pelaksanaan AMEN tersebut, akan dibantu oleh sejumlah perusahaan yang siap memfasilitasi pendampingan dan pengembangan UKM. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah Astra International melalui Yayasan Dharma Bakti Astra, Martha Tilaar Group, Sido Muncul, Indofood, dan Indomobil.

Salah satu anggota ABAC Subronto Laras mengatakan, pendampingan tersebut penting dilakukan untuk memperkuat daya saing UKM Asean, terutama Indonesia. Pasalnya, di tengah meningkatnya persaingan global, para pelaku UKM harus terus berbenah agar dapat berkembang baik di dalam negeri dan luar negeri.

“Program pendampingan UKM ini, nantinya akan melibatkan sejumlah orang sebagai mentor untuk melatih dan mendamping para pelaku UKM guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produknya. Sementara itu lima perusahaan yang ikut serta dalam program ini, akan hadir untuk membantu menyediakan pasar dan memfasilitasi UKM untuk meningkatkan kelasnya,” katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
umkm

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top