Pembangunan Hotel Horison Ultima Kertajati Tahap Pertama Rampung April 2020

Nilai investasi proyek pada tahap Rp100 miliar—Rp110 miliar, sedangkan untuk tahap kedua akan disesuaikan dengan kebutuhan nanti.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 11 September 2019  |  15:41 WIB
Pembangunan Hotel Horison Ultima Kertajati Tahap Pertama Rampung April 2020
(Kiri ke kanan) Direktur Metland Wahyu Sulistio, Wakil Presdir Metland Anhar Sudradjat, dan Direktur Metropolitan Gold Management Basari Bachri menyimak pertanyaan wartawan pada konferensi pers seusai peletakan batu pertama Hotel Horison Ultima Kertajati di Majalengka, Rabu (11/9/2019). - Mutiara Nabila

Bisnis.com, MAJALENGKA — PT Metropolitan Land Tbk. mulai membangun hotel Horison Ultima Kertajati sekaligus menepati komitmennya untuk mendukung kegiatan di Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Wakil Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk. (Metland) Anhar Sudradjat mengatakan bahwa tahap pertama pembangunan hotel tersebut diperkirakan rampung pada April 2020.

Adapun, tahap pertama yang akan dibangun antara lain beberapa kamar, lobi, dan balai riung (ballroom).

"Dari penyelesaian tahap pertama, 4—6 bulan kemudian nanti akan diselesaikan sekitar 110 kamar, semoga nanti sebelum puasa atau Lebaran [2020] sudah jadi bangunannya yang tahap pertama," ujarnya dalam konferensi pers berkaitan dengan peletakan batu pertama proyek hotel tersebut di Majalengka, Rabu (11/6).

Amhar mengatakan bahwa nilai investasi proyek pada tahap Rp100 miliar—Rp110 miliar.

Adapun, untuk tahap kedua akan disesuaikan dengan kebutuhannya nanti. "Kami sambil melihat juga kebutuhan masyarakat di Majalengka sini apa. Jadi, nanti nilai investasinya bisa berbeda dengan yang tahap pertama," kata Anhar.

Kemudian, tuturnya, total unit hotel yang akan dibangun sekitar 200 unit. Namun, Anhar mengatakan untuk harga dan luasan masih dalam perhitungan.

Selain membangun hotel, Metland juga akan mengembangkan kawasan di sekitar BIJB Kertajati dan jalan tol Cisumdawu dengan luasan 200 hektare.

Saat ini, untuk kawasan yang akan dikembangkan dengan konsep aerotropolis itu masih dalam tahap pematangan masterplan. Aerotropolis adalah sebuah kota dengan tata letak, infrastruktur, dan ekonomi berpusat pada bandar udara.

"Ini nanti difokuskan untuk bangun properti komersial dan residensial. Walaupun gubernur [Jawa Barat] ingin juga mengembangkan kawasan industri, tapi di sini enggak ada kawasan industri karena memang peruntukannya bukan untuk itu. Selain itu, sambil membangun, sambil menunggu akses dan tol ke BIJB jadi," katanya.

Pembangunan hotel tersebut juga menjadi langkah pertama untuk oengembangan kawasan metropolitan di Majalengka.

Adapun, untuk pengelolaan Horison Ultima Kertajati, Metland menyerahkan kepada Metropolitan Gold Management yang sudah mengelola sekitar 54 hotel di seluruh Indonesia.

Dari 54 hotel tersebut, lima di antaranya adalah milik Metland, yaitu Horison Bekasi, Horison Seminyak Bali, Metland Hotel Cirebon, @Hom Hotel Tambun, dan Royal Venya di Ubud, Bali. Horison Kertajati bakal menjadi hotel Metland keenam yang akan dikelola Metropolitan Gold Management.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
metland, hotel horison

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top