Rakornas Pariwisata III Bahas Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas

Kementerian Pariwisata menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pariwisata III dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk membahas pengembangan 5 destinasi super prioritas, yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo setelah rapat terbatas pada 15 Juli 2019.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 10 September 2019  |  10:54 WIB
 Rakornas Pariwisata III Bahas Pengembangan 5 Destinasi Super Prioritas
Menteri Pariwisata Arief Yahya di sela-sela Rakornas Pariwisata III, Selasa (10/9/2019). - Bisnis/Rezha Hadyan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) Pariwisata III dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk membahas pengembangan 5 destinasi super prioritas, yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo setelah rapat terbatas pada 15 Juli 2019.

Rakornas Pariwisata III digelar selama dua hari pada 10--11 September 2019 di Swissotel Jakarta PIK Avenue, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Lima destinasi super prioritas yang dibahas dalam Rakornas Pariwisata III, antara lain Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan
Bajo, dan Likupang. Saat ini kelima destinasi super prioritas tersebut sedang dalam proses pengembangan intrastruktur yang ditargetkan selesai pada tahun 2020.

Menteri Pariwisata Arief Yahya di mengatakan, Rakornas Pariwisata III dihadiri oleh beberapa Kementerian/Lembaga terkait mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

"Ada beberapa pembahasan, mulai dari pengintegrasian dukungan Kementerian/Lembaga dalam pengembangan destinasi pariwisata super prioritas. Selanjutnya bagaimana strategi pengembangannya, ada juga program Quick Wins 2019 dan rencana pengembangan destinasi pariwisata super prioritas 2020," katanya di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Kemudian, ada pula pembahasan mengenai dukungan aksesibilitas dan konektivitas serta pembahasan mengenai Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Danau Toba, Borobudur dan Mandalika.

Peningkatan daya saing SDM, masyarakat dan industri pariwisata pun akan didiskusikan diharapkan hasilnya berupa rencana aksi kegiatan dan penganggaran peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing industri (SMI).

"Yang terakhir adalah promosi atau pemasaran dengan penganggaran peningkatan promosi pariwisata dengan cara Branding, Advertising dan Selling (BAS)," katanya.

Hingga saat ini, Kemenpar bersama berbagai instansi terkait mulai menjalankan instruksi presiden terkait pengembangan 5 destinasi super prioritas tersebut.

Adapun sampai dengan saat ini salah satu proyek pengembangan 5 destinasi super prioritas, yakni The Kaldera Toba Nomadic Escape yang dibangun di atas lahan Zona Otorita Kabupaten Toba Samosir akan diresmikan peletakan batu pertamanya (groundbreaking) pada 10 Oktober 2019.

Sementara itu, untuk mendorong perkembangan wisata di Borobudur, pemerintah telah membangun Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo. Per Oktober 2019 bandara ini telah melayani 66 penerbangan dengan kapasitas bandara mencapai 3 juta penumpang.

Kemudian di Mandalika, proses pengukuran topografi dan konstruksi untuk pembangunan Sirkuit Moto GP akan dimulai pada Oktober 2019 dan ditargetkan selesai pada 2020.

Adapun, di Labuan Bajo proses pembangunan saat ini telah
mencapai tahap finalisasi pembangunan hotel, marina, area komersial dan pelabuhan feri.

Sementara itu, pada Oktober 2019, pemerintah menargetkan percepatan penetapan Peraturan Pemerintah (PP) perihal KEK Pariwisata Likupang yang telah disepakati pada 27 Agustus 2019.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan pembangunan infrastruktur di kawasan destinasi super prioritas untuk dipercepat sehingga, bisa dipromosikan pada 2020.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menganggarkan Rp6,5 triliun kepada 4 destinasi super prioritas dengan rincian; Danau Toba (Rp2,2 triliun), Borobudur (Rp2,1 triliun), Labuan Bajo (Rp6,3 triliun), dan Mandalika (Rp1,9 triliun).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top