Dunia Butuh 65.748 Pelaut, Ini Pesan Menhub untuk Sekolah Pelaut

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan perlu ada link and match antara pendidikan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di berbagai industri pada masa depan.   
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 05 September 2019  |  19:29 WIB
Dunia Butuh 65.748 Pelaut, Ini Pesan Menhub untuk Sekolah Pelaut
Budi Karya Sumadi - Bisnis/Rinaldi M Azka

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengharapkan lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan selalu berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pelaut dunia yang setiap tahun mencapai 65.748 orang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan perlu ada link and match antara pendidikan dengan perkembangan kebutuhan tenaga kerja di berbagai industri pada masa depan.   

Dia menyebutkan Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta telah meluluskan 56.415 perwira sejak lembaga itu berdiri pada 1949 hingga 2019 atau menghasilkan 795 perwira per tahun. Adapun jika dihitung sejak 2015, jumlah lulusan sudah mencapai 14.874 perwira atau rata-rata 2.975 perwira per tahun.  

Dengan demikian, rata-rata jumlah lulusan selama lima tahun terakhir tiga kali lipat dari rata-rata lulusan selama 65 tahun BP3IP berdiri. Dari jumlah itu, lulusan BP3IP tidak hanya terserap di pasar kerja domestik, tetapi juga di pasar global. 

Menurutnya, penambahan kebutuhan pelaut global per tahun berkisar 65.748 orang, sedangkan kebutuhan pelaut domestik per tahun berkisar 4.498 orang.

"Kondisi ini menuntut lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan untuk senantiasa berinovasi dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan,” katanya seusai pelantikan 268 pelaut lulusan Progam Diklat Pelaut Tingkat II, III, dan IV Bidang Keahlian Nautika dan Teknika BP3IP seperti dikutip dalam siaran pers, Kamis (5/9/2019).   

Menhub menyatakan, perlu pembangunan sumber daya manusia yang profesional,  beretika, dan visioner selain membangun infrastruktur dan sarana yang memadai, sehingga mampu mengarahkan negara menuju kesejahteraan masyarakat yang adil dan makmur. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan pendidikan dan pelatihan SDM yang relevan dengan kebutuhan serta tepat sasaran.

Menurutnya, membangun manusia Indonesia harus dimulai dari tiga akses utama, yakni pembangunan kualitas pendidikan yang merata, pemenuhan layanan akses kesehatan yang berkelas, dan pemenuhan akses masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. 

“Karenanya, SDM Indonesia, khususnya SDM transportasi, harus mampu unggul dalam segala bidang sehingga dapat bersaing secara global, terlebih ketika memasuki era revolusi industri 4.0,” ujarnya.

Budi mengatakan era digitalisasi dan revolusi industri 4.0, akan semakin membuka tantangan dan peluang baru untuk melakukan pengembangan pendidikan dan pelatihan baru dalam menjawab kebutuhan industri pelayaran ke depan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pelaut, menhub

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top