Target Laba Bersih Hutama Karya Tak Sekinclong Tahun Lalu. Ini Sebabnya

Hingga saat ini, Hutama Karya telah mengoperasikan tiga ruas jalan tol, yaitu Medan—Binjai, Palembang—Indralaya, dan Bakauheni—Terbanggi Besar.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 05 September 2019  |  14:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hutama Karya menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp2,40 triliun hingga akhir 2019. Pertumbuhan laba diakui tidak akan sepesat tahun lalu karena perseroan mulai menanggung beban pinjaman.

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan pada 2018, perseroan mencetak pertumbuhan laba bersih 112,50 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp2,27 triliun.

Dia menambahkan bahwa sampai penghujung 2019, pertumbuhan laba diestimasi hanya mencapai 10 persen karena perseroan mulai menanggung beban bunga pinjaman.

"Proyeksi kami naik 10 persen saja karena jalan tol begitu beroperasi, beban bunga langsung dibebankan ke periode tersebut," ujarnya, Kamis (5/9/2019).

Dia menuturkan bahwa tahun ini Hutama Karya mulai membayar bunga pinjaman sebesar Rp1,70 triliun. Pos beban bunga pinjaman itu, menurut Bintang, secara langsung akan mengurangi pendapatan perseroan sehingga berdampak pada perolehan laba bersih.

Hingga saat ini, Hutama Karya telah mengoperasikan tiga ruas jalan tol, yaitu Medan—Binjai, Palembang—Indralaya, dan Bakauheni—Terbanggi Besar.

Selanjutnya akan menyusul Terbanggi Besar—Pematang Panggang, Pematang Panggang—Kayu Agung, dan Pekanbaru—Dumai.

Hingga Juni 2019, kinerja Hutama Karya masih cemerlang. Laba perusahaan konstruksi yang didirikan pada 1961 itu tetap bertumbuh 79 persen menjadi Rp1,10 triliun kendati pendapatan perseroan turun 16 persen menjadi Rp8,11 triliun.

Bintang mengatakan bahwa laba bersih Hutama Karya tetap bertumbuh karena beban operasional turun sejalan dengan efisiensi yang dilakukan perseroan.

Dia menyebutkan bahwa efisiensi operasional 1 persen bakal berdampak besar pada perolehan laba.

Dia menggambarkan dengan pendapatan Rp30 triliun, efisiensi 1 persen bisa mendatangkan keuntungan bersih sebesar Rp300 miliar.

Menurut Bintang, Hutama Karya bisa mencatat efisiensi yang berarti berkat perbaikan operasional di setiap lini usaha.

Salah satu upaya yang telah membuahkan hasil yaitu perbaikan pengadaan dan penerapan penerapan Building Information Management (BIM). Proses sentralisasi pengadaan, misalnya, mampu menekan beban pokok penjualan hingga 83,18 persen.

Secara umum, hingga paruh pertama 2019, Hutama Karya meraup kontrak baru sebesar Rp13,25 triliun.  Jumlah tersebut setara dengan 36 persen dari target kontrak baru keseluruhan sepanjang tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hutama karya, kinerja bumn, trans-sumatra

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top