China Minati Proyek Transportasi di Ibu Kota Baru, Menhub : Siapapun Boleh

Menhub menjelaskan sistem transportasi yang akan dikembangkan di ibu kota baru adalah kendaraan berbasis tenaga listrik dan mengutamakan angkutan massal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 September 2019  |  13:51 WIB
China Minati Proyek Transportasi di Ibu Kota Baru, Menhub : Siapapun Boleh
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) mengikuti rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik jika China berminat menggarap proyek transportasi di calon ibu kota baru, Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikan Budi Karya seusai bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam.

"Saya belum dengar, tetapi welcome aja kalau mereka ingin ikut dalam proyek KPBU [kerja sama pemerintah dengan badan usaha]," katanya di Jakarta seperti dikutip Antara, Selasa (3/9/2019).

Menhub menjelaskan sistem transportasi yang akan dikembangkan di ibu kota baru adalah kendaraan berbasis tenaga listrik dan mengutamakan angkutan massal.

Dia mencontohkan pihaknya akan membuat kereta dari Balikpapan menuju Kota Baru dan menuju Samarinda. "Kalau ini KPBU, dan siapapun itu, termasuk China, kami welcome," tegasnya.

Bukan hanya China, Menhub menegaskan semua pihak terbuka untuk bekerja sama menggarap infrastruktur transportasi di ibu kota baru. "Yang penting kan kita punya konsep, dia boleh memberikan usulan nanti. Tidak harus China. Siapapun bisa, termasuk dalam negeri juga bisa," katanya.

Hanya saja, Budi Karya melanjutkan pembangunan infrastruktur transportasi itu diharapkan yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesedikit mungkin.

Yang jelas, Menhub menambahkan konsep transportasi di ibu kota baru dibuat secara menyeluruh, termasuk menghubungkan antarperkantoran.

"Katakanlah satu ide membuat AGT [automated guided transit] dihubungkan antarkantor ke istana sehingga kalau kita rapat enggak perlu bawa mobil sendiri," katanya.

Nantinya, kata dia, ada kereta yang akan melayani secara terus-menerus dan menghubungkan akses antarperkantoran. "Yang lain, dengan kendaraan-kendaraan listrik. Kami akan finalkan minggu ini. Kami akan lapor kepada Presiden mengenai konsep transportasi ibu kota baru di Kaltim," kata Budi Karya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, Ibu Kota Dipindah

Sumber : Antara

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top