Ibu Kota Pindah, Konsumsi Listrik di Jakarta Berpotensi Turun 1.000 MW

PLN Unit Induk Distrubsi (UID) Jakarta Raya berpotensi kehilangan daya 1.000 MW jika pemindahan Ibu Kota RI ke Kalimantan Timur terealisasi.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  14:12 WIB
Ibu Kota Pindah, Konsumsi Listrik di Jakarta Berpotensi Turun 1.000 MW
ilustrasi. - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – PLN Unit Induk Distrubsi (UID) Jakarta Raya berpotensi kehilangan daya 1.000 MW jika pemindahan Ibu Kota RI ke Kalimantan Timur terealisasi.

Adapun beban puncak sistem tenaga listrik di DKI Jakarta, termasuk kepulauan Seribu, tertinggi terjadi pada Oktober 2018 yakni sekitar 5.573 MW.

Penjualan listrik PLN UID Jakarta Raya (Disjaya) saat ini didominasi pelanggan binis yakni mencapai 30%. Hingga Juli 2019, jumlah pelanggan bisnis PLN Disjaya yakni mencapai 282.507 pelanggan dengan konsumsi listrik sebesar 6.964.000.000 kWh.

Apabila dibandingkan dengan pelanggan pemerintah, jumlahnya memang jauh lebih kecil. Setidaknya hingga Juli 2019, PLN Disjaya memiliki 15.148 pelanggan pemerintah dengan penjualan listrik 954.000.000 kWh.

Turunnya potensi penjualan itu membuat PLN Disjaya mencari sumber pendapatan lain, salah satunya dari pemakaian kendaraan listrik yang diperkirakan bakal marak seiring terbitnya beleid terkait.

General Manager PLN UID Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengatakan keluarnya peraturan presdien (perpres) mengenai kendaraan listrik, akan mendorong penggunaan mobil maupun motor listrik di Indonesia, terutama Jakarta. Hal ini akan menjadi sumber pendapatan baru baru bagi PLN.

"Mobil listrik potensi pasar luar biasa, kalau 1 juta mobil menge-charge satu hari 3 kwh, banyak lah pendapatan," katanya, Jumat (30/8/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, Ibu Kota Dipindah

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top