Per 26 Agustus, Program Sejuta Rumah 2019 Mencapai 847.611 Unit 

Capaian Program Sejuta Rumah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, pengembang, tanggung jawab sosial perusahaan, dan masyarakat secara swadaya.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  18:01 WIB
Per 26 Agustus, Program Sejuta Rumah 2019 Mencapai 847.611 Unit 
Program Sejuta Rumah 2015

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan bahwa pembangunan rumah Program Sejuta Rumah sampai dengan 26 Agustus 2019 sebanyak 847.611 unit.

Capaian Program Sejuta Rumah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang, tanggung jawab sosial perusahaan, dan masyarakat secara swadaya.

“Realisasi pembangunan hunian dalam Program Satu Juta Rumah sampai dengan 26 Agustus 2019 sebanyak 847.611 unit,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam sambutan yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid dalam Talkshow bertemakan Mengokohkan Urusan dan kelembagaan Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pengembangan Kawasan Perkotaan, Kamis (29/8/2019).

Menteri Basuki menjelaskan bahwa kondisi perumahan merupakan salah satu indikator penentu tingkat kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, pada 2015, pemerintah mencanangkan program penyediaan perumahan bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui Program Sejuta Rumah (PSR).  

Sejauh ini, PSR telah mencapai kinerja yang makin baik seiring dengan investasi pemerintah dalam penyediaan perumahan bagi seluruh masyarkat yang terus meningkat setiap tahun.

Pada 2015—2018, PSR telah berhasil membangun sebanyak 3,54 juta unit, sedangkan pada 2019, pemerintah menargetkan pembangunan PSR sebanyak 1,25 juta rumah.

Berdasakan data yang dimiliki Kementerian PUPR, pada 2015 pembangunan rumah mencapai angka 699.770 unit.

Angka tersebut meningkat pada 2016 mencapai 805.169 unit, 2017 sebanyak 904.758 unit, dan 2018 capaiannya melonjak menjadi 1.132.621 unit.

“Penyediaan rumah atau papan menjadi satu kebutuhan primer atau dasar yang masih belum sepenuhnya tuntas sejak Indonesia merdeka 74 tahun yang lalu. Nilai backlog dan rumah tidak layak huni yang masih besar merupakan tugas berat yang menjadi tantangan kita bersama dalam rangka mewujudkan penyediaan perumahan layak huni bagi seluruh masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rumah bersubsidi, program sejuta rumah

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top