Bisnis Makanan Sehat Kian Ramai, SaladStop! Proses 80.000 Transaksi per Bulan

Dari total 11 outlet yang kini dimiliki, SaladStop! mampu memproses sekitar 80.000 hingga lebih dari 100.000 transaksi setiap bulannya.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  22:09 WIB
Bisnis Makanan Sehat Kian Ramai, SaladStop! Proses 80.000 Transaksi per Bulan
Saladstop - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perkembangan bisnis makanan sehat di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu belakangan. Banyaknya pemain di kategori bisnis ini menjadi bukti hal tersebut, salah satunya adalah merek asal Singapura SaladStop! Yang masuk ke Indonesia sejak 2016 lalu.

Marketing Manager Nusantara Pasific – Perusahaan yang menaungi SaladStop! Indonesia – Adhi Putra Tawakal mengatakan pertumbuhan ini didorong oleh semakin meluasnya gaya hidup sehat di kalangan masyarakat lokal.

“Orang makin sadar tentang makanan sehat, termasuk juga banyak munculnya tempat fitness. Intinya adopsi gaya hidup sehat kita [masyarakat Indonesia] makin banyak. Itu jadi momentum buat SaladStop!,” katanya kepada Bisnis.

Alhasil, SaladStop! saat ini telah memiliki 11 outlet di Indonesia yang berada di wilayah Jakarta dan Surabaya. Ke depan, Adhi menyebut pihaknya akan terus melakukan ekspansi ke beberapa daerah lain seperti Bandung dan Bali.

Sementara untuk pangsa pasar, Adhi menyatakan target utama dari SaladStop! adalah orang-orang yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri serta tertarik dengan makanan sehat.  

Adapun, realitanya menunjukkan pelanggan utamanya adalah wanita dengan porsi 75%. Selain para pekerja, dia mengatakan bahwa ada juga konsumen yang berasal dari kategori keluarga dan kalangan mahasiswa.

“Ada keluarga kami agak kaget karena tempatnya bukan seperti restoran yang bisa sharing makanan, begitu juga dengan mahasiswa. Tapi memang ada, dan itu konsumen kami di luar para pekerja [target utama],” ujarnya.

Dari total 11 outlet yang kini dimiliki, SaladStop! mampu memproses sekitar 80.000 hingga lebih dari 100.000 transaksi setiap bulannya. Menurut Adhi, dari jumlah tersebut sekitar 12.000 transaksi di antaranya merupakan pembelian daring, “Kontribusi online dengan jumlah segitu bisa dibilang sangat signifikan untuk healthy food,” imbuhnya.

Dalam menghadapi persaingan di bisnis makanan sehat yang kian ketat, Adhi menuturkan bahwa SaladStop! memiliki beberapa hal yang menjadi pembeda dengan merek lain. Pertama, resep makanan yang dihadirkan dari Singapura maupun lokal Indonesia dengan didampingi tim ahli.

Kedua, pengalaman outlet yang dibuat dengan desain sedemikian rupa, termasuk juga daftar lagu yang dihadirkan. Adhi mengatakan pihaknya tidak ingin para konsumen hanya datang dan mengonsumsi makanan sehat, tetapi membuat tempat yang lebih lifestyle.

Ketiga, bahan-bahan untuk setiap menu yang digunakan. Adhi mengungkapkan 90% bahan yang dipakai di SaladStop! berasal dari petani lokal yang telah teruji kualitasnya, “Selain itu, kalau dari lokal kan kita bisa pantau langsung dan juga pengirimannya cepat jadi lebih fresh,” katanya.

Adapun, tantangan yang dihadapi dalam bisnis ini adalah edukasi masyarakat tentang makanan sehat. Menurut Adhi, masyarakat Indonesia memang bukan tipe pemakan sayur seperti salad. Memang ada, tetapi lebih banyak memakan sayur yang telah diolah sedemikian rupa.

Selain itu, belum ada pemain sebelumnya yang terlebih dahulu masuk dan mengenalkan tentang makanan sehat di Indonesia sehingga pekerjaan edukasinya harus dilakukan lebih ekstra.

Oleh sebab itu, kata Adhi, salah satu strategi yang dilakukan SaladStop! adalah memanfaatkan media sosial yang dimiliki untuk menyampaikan pesan yang ada dalam sebuah produk ketimbang memberikan promosi.

“Kami sadar bahwa publik itu harus ngerti dulu tentang apa yang kami tawarkan, bahwa harga yang dikeluarkan juga sepadan dengan kualitas produk yang didapatkan mereka. Itu yang terus kami bangun sekarang ini,” katanya.

Adapun, SaladStop! memiliki beberapa kategori produk seperti The Signatures (salad dan wrap), Warm Protein Bowls yang memiliki lebih banyak asupan protein dan karbohidrat, All Nature Smoothies untuk pilihan minuman, dan Superfood Bowls.

Adhi mengungkapkan 3 produk terlaris yang terjual ke konsumen adalah Hail Caesar, Tuna San, dan Bold Bulgogi yang merupakan produk dari kategori The Signatures, “Ini jenis makanan yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia dan memang rasanya masih sangat cocok dengan lidah,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Vegetarian

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top