Eni, Pertamina, dan Neptune Energy Menangkan Lelang Blok West Ganal

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan konsorsium Eni Indonesia Limited, PT Pertamina (Persero), dan Neptune Energy West Ganal B.V. sebagai pemenang lelang wilayah kerja (WK) West Ganal di Lepas Pantai Selat Makassar. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 26 Agustus 2019  |  19:20 WIB
Eni, Pertamina, dan Neptune Energy Menangkan Lelang Blok West Ganal
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan konsorsium Eni Indonesia Limited, PT Pertamina (Persero), dan Neptune Energy West Ganal B.V. sebagai pemenang lelang wilayah kerja (WK) West Ganal di Lepas Pantai Selat Makassar. 

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan proposal yang ditawarkan konsorsium tersebut memiliki bonus tanda tangan (signature bonus) dan komitmen pasti di atas ekspektasi pemerintah.

Adapun persyaratan lelang WK West Ganal adalah memenuhi minimum persyaratan signature bonus senilai US$29 juta dan komitmen pasti eksplorasi senilai US$151,84 juta. Adapun konsorsium tersebut mampu memberikan signature bonus senilai US$30,1 juta dan komitmen pasti eksplorasi senilai US$159,3 juta. 

Menurutnya, besaran signature bonus dan komitmen pasti yang diberikan pemenang lelang tersebut termasuk besar jumlahnya untuk satu wilayah eksplorasi. Bahkan, angkanya menjadi yang tertinggi, mengalahkan nilai penawaran dari WK Selat Panjang dengan signature bonus US$5 juta dan komitmen pasti US$74 juta. 

Adapun pengumuman pemenang lelang WK Selat Panjang dilakukan pada Mei 2019 (lelang WK konvensional tahap I), yakni konsorsium Sonoro Energy Ltd dan PT Menara Global Energy.  

"Ini prestasi bahwa WK blok migas Indonesia masih diminati, tidak hanya kuantitas, tetapi juga kualitas penawaran. Ini termasuk yang besar dari sebuah blok eksplorasi," katanya, Senin (26/8/2019). 

Arcandra menilai WK West Ganal cukup menarik investor karena di dekat lokasi telah berdiri Kilang Bontang. Kondisi ini akan menguntungkan kontraktor yang mengerjakan wilayah kerja tersebut karena tidak perlu membangun kilang baru. 

"Konsorsium mampu melakukan pengelolaan terbaik dan potensinya sangat besar," katanya. 

Sebelumnya, wilayah kerja West Ganal masuk dalam lelang konvensional tahap I yang dilakukan pada Mei 2019. Namun, karena belum ada peminat, WK West Ganal kemudian masuk dalam lelang tahap II. 

Eni Indonesia sebelumnya juga menjadi peminat lelang WK West Ganal, tetapi dengan penawaran yang tidak memenuhi syarat, perusahaan tersebut tidak keluar sebagai pemenang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, migas

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top