Perlambatan Global dan Harga Komoditas Pengaruhi Defisit Neraca Dagang

Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa defisit neraca perdagangan sepanjang Januari 2019 sampai Juni 2019 akibat ketidakpastian global dan jatuhnya harga komoditas.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  15:11 WIB
Perlambatan Global dan Harga Komoditas Pengaruhi Defisit Neraca Dagang
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa defisit neraca perdagangan sepanjang Januari 2019 sampai Juni 2019 akibat ketidakpastian global dan jatuhnya harga komoditas.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan kondisi ketidakpastian akan hasil perundingan AS dan China berpotensi mengganggu dan berdampak pada neraca perdagangan di Indonesia.

Suhariyanto menilai defisit diakibatkan komoditas tertentu yang merupakan bagian dari Amerika maupun China.

"Kalau dilihat ekspor kita yang masih bagus, ekspor kita ke China juga masih bagus meskipun untuk impor China bulan ini agak naik tinggi," ujarnya di Kantor BPS, Kamis (15/8/2019).

Dia menyebut ketidakpastian ini membuat ekspor ke negara tujuan utama di sana ada pelambatan, ditambah harga komoditas fliktuatif. Dia pun berharap segera ada kepastian atas ekonomi dua rekan utama Indonesia, AS dan China.

"Harga minyak meski naik tipis belum ada jaminan akan naik terus. Jadi fluktuasi harga komoditas menurut saya perlu diwaspadai karena utamanya ekonomi di negara tujuan perlu diwaspadai," pungkasnya.

BPS mencatat pada Januari-Juli 2019 dibandingkan dengan Januari-Juli 2018, ekspor sektor pertambangan menurun. Pada Januari-Juli 2019 tercatat US$6,67 miliar turun dibandingkan dengan Januari-Juli 2018, sebesar US$8,86 miliar.

Berdasarkan data yang diterima Bisnis.com dari BPS, ada banyak komoditas utama yang harganya melemah pada Juli 2019 dibandingkan dengan Juni 2019.

Harga batu bara dalam dolar Australia, tercatat US$72,10 per metrik ton pada Juli 2019. Harga ini turun tipis dari Juni 2018 (m-t-m) sebesar US$72,50 per metrik ton.

Penurunan harga terdalam sepanjang Januari 2019 sampai Juli 2019 terjadi Juni 2019 karena pada Mei 2019, harga batu bara masih US$82,30 per metrik ton sebelum turun jadi US$72,50.

Harga crude palm oil atau minyak sawit pada Juli 2019 juga turun dari Juni 2019 (m-t-m). Bisnis.com mencatat harga CPO pada Juli 2019 sebesar US$544,00 padahal pada Juni 2019 sebesar US$552,00.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Neraca Perdagangan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top