Percepat Pembangunan The Lana, Brewin Mesa Gandeng Kontraktor China

The Lana nantinya terdiri atas dua gedung setinggi 37 lantai, termasuk 6 lantai parkir dan 1 lantai basement.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  17:22 WIB
Percepat Pembangunan The Lana, Brewin Mesa Gandeng Kontraktor China
(Dari kiri ke kanan) Direktur Utama PT Brewin Mesa Sutera Bill Cheng, Direktur Utama Davy Sukamta & Partners Davy Sukamta, Direktur Utama PT China State Construction Overseas Development Shanghai Steven Lee, dan Project Manager PT Brewin Mesa Development Angka Yusuf berfoto di depan proyek The Lana, Tangerang, Kamis (15/8/2019). - Mutiara Nabila

Bisnis.com, TANGERANG — Pengembang asal Singapura, Brewin Mesa berencana mempercepat pengembangan The Lana, apartemen kelas atas di Alam Sutera agar bisa diserahterimakan pada akhir 2020.

Direktur Utama PT Brewin Mesa Sutera Bill Cheng mengatakan bahwa kini Brewin Mesa berkomitmen penuh untuk menghadirkan proyek apartemen yang dirancang dengan baik dan berkualitas tinggi, dengan spesifikasi dan material mewah, desain inovatif, dan memiliki tata letak yang efisien, tetapi fungsional.

Dalam pembangunan The Lana, Brewin Mesa menunjuk China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), kontraktor asal China, sebagai kontraktor utamanya.

Bill menambahkan bahwa dengan pengalaman global CSCEC yang luas dalam membangun proyek-proyek gedung tinggi (high rise) mewah bisa mendukung Brewin Mesa Dalam menghadirkan properti terbaik.

“Pengalaman CSCEC, menurut saya, bisa membantu kami untuk mempercepat pembangunan, menghadirkan pembangunan terbaik kepada para pembeli kami, dan mempertahankan visi Brewin Mesa untuk membangun proyek apartemen paling mewah di Tangerang,” kata Bill saat media briefing di Alam Sutera, Tangerang, Kamis (15/8/2019).

Selain menunjuk CSCEC sebagai kontraktor utama The Lana, Brewin Mesa juga bekerja sama dengan para konsultan terkemuka di bidangnya masing-masing. Salah satu arsitek The Lana adalah Andrew Bromberg, Global Design Director of Aedas, yang merupakan arsitek yang cukup memiliki nama di dunia.

Selain itu, Brewin Mesa juga menggandeng konsultan lainnya, seperti konsultan struktural Davy Sukamta & Partners yang juga merupakan pemimpin di bidangnya dengan pengalaman luas dalam mendesain bangunan dengan desain struktural inovatif yang aman dan efisien.

Davy Sukamta, Direktur Utama Davy Sukamta & Partners, menjelaskan bahwa The Lana nantinya terdiri atas dua gedung setinggi 37 lantai, termasuk 6 lantai parkir dan 1 lantai basement.

Kedua menara dirancang ramping agar setiap kamar mendapatkan jendela sehingga penghuni bisa mendapatkan cahaya alami dan seluruh unit mendapatkan pemandangan yang sebaik mungkin.

“Seluruh elemen struktur sudah dirancang mengikuti aturan SNI [Standar Nasional Indonesia] yang berlaku dengan mempertimbangkan segi kekuatan struktur gedung, memperhitungkan faktor gempa, bahkan pengaruh angin terhadap kenyamanan dan keamanan penghuni,” ujarnya.

Steven Lee, Direktur Utama PT China State Construction Overseas Development Shanghai (CSCODS) sebagai anak perusahaan dari China State Construction Engineering Corporation, (CSCEC) menjelaskan bahwa dalam pengembangan ini CSCEC melihat potensi besar di Indonesia dan bermaksud untuk membangun bisnis jangka panjang yang berkelanjutan.

“Kami sangat selektif dalam memilih pengembang yang akan bekerja sama dengan kami. dan kami memilih The Lana sebagai proyek apartemen pertama kami karena melihat profesionalisme Brewin Mesa dan visinya untuk membangun proyek ikonik terbaik di kelasnya,” jelasnya.

Sebelumnya, CSCEC pernah membangun dua proyek di Indonesia, yaitu proyek pertama di Indonesia, One dan dua gedung kantor grade-A di Jalan Thamrin.

Bill menambahkan bahwa Brewin Mesa dan CSCEC menggunakan teknologi konstruksi inovatif dan sistem quality assurance serta quality control (QA/QC) untuk memastikan The Lana dibangun dengan standar dan kualitas tertinggi dan dapat diselesaikan dalam waktu cepat.

“Dengan profil dan kapabilitas kelas dunia dari konsultan dan kontraktor utama kami, Brewin Mesa percaya mampu memenuhi standar kualitas konstruksi terbaik sesuai jangka waktu yang direncanakan,” ungkap Bill.

The Lana sendiri merupakan proyek apartemen kelas atas yang pertama dari Brewin Mesa. Dengan pembangunan yang saat ini sudah mencapai lantai kedua, Bill optimistis proyek tersebut bisa selesai pada akhir 2020.

Proyek bangunan jangkung itu juga memiliki lokasi strategis di Alam Sutera. Dengan penyelesaian jalan tol JORR 2 antara Kunciran—Bandara Soekarno Hatta dan pembangunan stasiun LRT di depan mal Alam Sutera yang berjarak sangat dekat dari The Lana, diharapkan The lana bisa menjadi bangunan berkonsep transit oriented development (TOD).

The Lana nantinya terdiri atas dua gedung kontemporer yang didesain khusus, dengan fasilitas penghuni yang beragam dan merupakan satu-satunya proyek high-end yang memenuhi kebutuhan pembeli, baik profil generasi milenial dengan menawarkan unit mewah berukuran kompak, maupun profil keluarga yang lebih nyaman dengan unit-unit yang lebih besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt brewin mesa, apartemen, pengembang singapura

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top