Las Vegas Market: Indonesia Amankan Peluang Ekspor Furnitur US$500.000 ke AS

Indonesia mengantongi peluang ekspor furnitur ke Amerika Serikat snilai US$500.000 melalui perglearan Pameran Las Vegas Market 2019.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  16:59 WIB
Las Vegas Market: Indonesia Amankan Peluang Ekspor Furnitur US$500.000 ke AS
Paviliun Indonesia di Pameran Las Vegas Market 2019. - Kementerian Perdagangan

Bisnis.com, JAKARTA —Indonesia mengantongi peluang ekspor furnitur ke Amerika Serikat snilai US$500.000 melalui perglearan Pameran Las Vegas Market 2019.

Partisipasi Indonesia dalam ajang tersebut digagas oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago dan Los Angeles dan 3 eksportir Indonesia, yaitu PT. Evoline Furniture Industry (www.goldenfurniture.co.id), Kasih Coop (www.kasihcoop.com), dan Black Brew Bridge (www.blackbrewbridge.com).

Mereka memamerkan produk-produknya di Paviliun Indonesia yang terletak di booth C13-0703 dan P1- 2060 dengan tema Indonesian Furniture; Sustainability, Craftsmanship, Quality.

Kepala ITPC Chicago Billy Anugrah mengatakan pasar AS merupakan pasar yang sangat prospektif untuk produk furnitur.

“Selama 5 hari pameran, Paviliun Indonesia mendapatkan respons yang sangat positif. Kami menerima inquiry dari 50 buyer potensial yang merupakan pelaku grosir dan peritel dengan potensi transaksi US$500.000," paparnya dalam siaran pers Kementerian Perdagangan, Kamis (15/8/2019).

Pameran Las Vegas Market menampilkan lebih dari 4.000 produk furnitur, produk dekorasi rumah, kerajinan tangan, dan industri sejenis lainnya.

Pada pameran tersebut, PT. Evoline Furniture Industry yang menempati area kategori furnitur luar ruang menampilkan berbagai jenis meja dan kursi berbahan kayu jati premium berkualitas tinggi. Perusahaan ini telah mengekspor produknya ke berbagai negara seperti AS, Uni Eropa, dan Kanada.

Sementara itu, pada kategori produk dekorasi rumah, Kasih Coop menampilkan produk dekorasi rumah yang terbuat dari kayu jati, mahogani, dan akasia. Produk-produk tersebut merupakan buatan tangan pengrajin asal Jepara, Jawa Tengah.

Adapun, Black Brew Bridge, yang juga menempati kategori produk dekorasi rumah, memperkenalkan gelas wine yang terbuat dari botol bir bekas daur ulang. Produk gelas wine ini mengedepankan konsep ramah lingkungan yang saat ini menjadi tren di AS.

Kepala ITPC Los Angeles Antonius A. Budiman menjelaskan, pasar AS untuk produk furnitur diperkirakan akan terus tumbuh. Berbagai lembaga survei pasar dunia, seperti FactMR, Bloomberg, dan lainnya, memperkirakan pasar AS untuk produk furnitur akan terus tumbuh sebesar 7%—8% setiap tahunnya hingga 2025.

"Produk furnitur sudah sejak lama menjadi salah satu produk unggulan ekspor Indonesia, dan saat ini berada di urutan ke-9 dari total ekspor dari Indonesia ke AS. Nilai ekspor produk furnitur Indonesia ke AS juga tumbuh positif per tahunnya," ujar Antonius.

Ekspor produk furnitur Indonesia ke AS (HS 94) pada 2018 mencapai US$815 juta atau naik sekitar 11% dari 2017. Rata-rata pertumbuhan ekspornya tercatat positif sebesar 3,4% per tahun.

Antonius melanjutkan, peningkatan ekspor furnitur Indonesia ke AS, terutama yang berbahan dasar kayu masih tinggi karena potensi pasar AS juga menjanjikan.

Dari total nilai impor HS 94 ke AS, sebesar 37,2% atau sekitar US$25 miliar merupakan pasar khusus untuk produk furnitur berbahan dasar kayu.

"Hal ini sejalan dengan struktur ekspor Indonesia ke AS. Hampir 80% total ekspor produk furnitur Indonesia ke AS merupakan produk furnitur berbahan dasar kayu dengan nilai ekspor US$651,2 juta (HS 6 digit). Untuk kategori produk furnitur berbahan kayu, Indonesia menempati peringkat ke-6 dengan pangsa pasar sekitar 3%," tegas Antonius.

Adapun, pada 2018, AS mengimpor produk furnitur (HS 94) dari seluruh dunia sebesar US$67 miliar, naik 7,4% dari tahun sebelumnya. Sejak 2014, impor produk furnitur AS juga secara konsisten menunjukkan pertumbuhan progresif, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 6,6% per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor furnitur

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top