Pelonggaran Kebijakan Moneter Butuh Dukungan Makroprudensial

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri menyatakan pemangkasan suku bunga bulan lalu oleh Bank Indonesia belum lengkap tanpa langkah fiskal bauran kebijakan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  03:16 WIB
Pelonggaran Kebijakan Moneter Butuh Dukungan Makroprudensial
Karyawan keluar dari gedung Bank Indonesia di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Ekonom menilai bahwa upaya pelonggaran kebijakan moneter masih perlu didukung dengan bauran kebijakan makroprudensial untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri menyatakan pemangkasan suku bunga bulan lalu oleh Bank Indonesia belum lengkap tanpa langkah fiskal bauran kebijakan.

“Ini tinggal diikuti suku bunga pada perbankan dan fiskal. Contohnya memberikan tax holiday tax allowance,” ujar Heri, beberapa waktu yang lalu.

Dia menilai perkembangan sektor industri menjadi tantangan tersendiri dalam mengelola investasi. Apalagi setiap industri yang bisa berkembang nantinya memiliki masalah yang berbeda dengan solusi yang berbeda.

“Mungkin insentif fiskal untuk industri makanan dan otomotif itu berbeda,” jelasnya.

Dia merincikan investasi masuk ke Indonesia sangat terpengaruh dengan faktor keterdekatan dengan pasar. Maka itu, keterdekatan dengan pasar menjadi salah satu  nilai tambah yang menarik investasi.

“Namun dari data yang dilihat memang impor bahan baku dan modal itu sebenarnya memiliki korelasi positif,” tuturnya.

Ke depannya pemerintah juga perlu merumuskan insentif untuk investor dengan orientasi ekspor. Hal ini sebagai antisipasi subsidi impor yang banyak masuk perlu diiringi ada celahnya meningkatkan impor bahan baku dan barang modal.

“Kalau sektor industri kita perlu investor industri bahan baku jadi mereka bisa bikin dalam negeri sendiri yang dimanfaatkan SDA jadi produk bernilai tambah ada penguatan struktur industri dari hulu ke hilir," ujarnya.

Selain itu perlu diperhatikan dalam memberikan kesempatan investor asing yang bisa mendorong pasar industri ke pasar global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, Suku Bunga

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top