Plt Dirut PLN Tak Bisa Jamin Pemadaman Listrik di DKI, Banten dan Jabar Tak Terulang

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Sripeni Inten Cahyani menyebut pihaknya tidak bisa menjamin di kemudian hari kejadian mati listrik yang sempat terjadi di tiga provinsi pada Minggu (4/8/2019), tak lagi terjadi di kemudian hari.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 07 Agustus 2019  |  11:35 WIB
Plt Dirut PLN Tak Bisa Jamin Pemadaman Listrik di DKI, Banten dan Jabar Tak Terulang
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) melakukan kunjungan ke kantor pusat PT PLN (persero), Senin (5/8/2019). Kedatangannya untuk meminta penjelasan pascapemadaman listrik massal di sebagian Pulau Jawa pada Minggu (4/8). - Bisnis/Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Sripeni Inten Cahyani menyebut pihaknya tidak bisa menjamin di kemudian hari kejadian mati listrik yang sempat terjadi di tiga provinsi pada Minggu (4/8/2019), tak lagi terjadi di kemudian hari.

"Kalau bicara menjamin, mohon maaf, kalimat menjamin bukan pada posisi kami, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin dengan berbagai upaya untuk menjaga supaya persoalan seperti kemarin tidak akan terulang," ujar Sripeni selepas bertemu dengan pimpinan Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Sripeni mengatakan kejadian mati listrik di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten adalah bagian dari musibah.

Presiden Joko Widodo juga, kata dia, telah memberikan perhatian khusus dengan mendatangi Kantor Pusat PLN pada Senin kemarin.

"Atas hal tersebut kami memberi prioritas paling utama yang sungguh-sungguh untuk menjaga."

Untuk mengantisipasi kejadian serupa tak lagi terjadi, Sripeni mengatakan perseroan sudah menyusun program-program mengenai keandalan sistem keamanan jaringan listrik Jawa - Bali. Sistem itu meliputi pembangkit, transmisi, maupun gardu induk hingga ke pelanggan.

Hingga kini, Sripeni belum menyimpulkan apa penyebab utama dari gangguan listrik tiga provinsi tersebut. Pasalnya, ia meyakini peristiwa mati listrik itu bukan terjadi karena penyebab tunggal.

"Kalau persoalan pemadaman kemarin yang meliputi tiga wilayah tadi bukan penyebab tunggal. Jadi mohon izin berikan kami waktu untuk melakukan investigasi untuk melakukan assessment menyeluruh," ujar Sripeni.

Ia pun mengatakan investigasi memerlukan waktu. Apabila dilakukan terburu-buru maka hasilnya pun sedikit. Apalagi, menurut Sripeni, sistem kelistrikan Jawa - Bali sangat kompleks. Dalam sistem tersebut, ada 250 pembangkit listrik, 500 gardu induk, 5.000 kilometer sirkuit transmisi 500 kV dan 7.000 kilometer transmisi 150kV.

"Kami mohon waktu, dengan kompleksitas tadi kami sangat komprehensif memastikan penyebabnya dan langkah ke depan," kata Sripeni.

"Karena kami tidak bisa berhenti penyebab saja, kami akan bicara improvement sistem kelistrikan Jawa - Bali bagaimana dan kami juga akan melibatkan pakar-pakar yang ahli dalam kesisteman tenaga listrik."

Seperti diketahui pada Ahad lalu terjadi listrik padam dari pukul 11.48 hingga hampir tengah malam di Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Hal itu  berawal dari gangguan beberapa kali pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang. Akibatnya turun tegangan itu menyebabkan Depok dan Tasikmalaya gangguan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, listrik, Jokowi

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top