Indonesia-Brunei Segera Realiasi Kerja Sama Sektor Kesehatan

Kesepakatan tersebut meliputi pertukaran informasi tentang kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, obat tradisional dan peraturan produk media, penelitian dan pengembangan bersama di bidang medis dan kesehatan.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 13 Juli 2019  |  15:30 WIB
Indonesia-Brunei Segera Realiasi Kerja Sama Sektor Kesehatan
Obat tradisional atau jamu. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Brunei Darussalam sepakat untuk segera mengimplementasikan kerja sama di bidang kesehatan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam Sujatmiko mengatakan kesepakatan kerja sama kedua negara sejatinya telah tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Kesehatan yang sebelumnya telah ditandatangani sejak Februari 2015. Untuk itu pelaksanaan kerja sama tersebut menurutnya perlu untuk segera dipercepat.

Kesepakatan tersebut meliputi pertukaran informasi tentang kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, obat tradisional dan peraturan produk media, penelitian dan pengembangan bersama di bidang medis dan kesehatan.

“Implementasi rencana aksi ini akan menjadi landasan yang sangat penting dan merupakan investasi dalam kerangka kerja sama kesehatan Indonesia dan Brunei Darussalam di masa depan,"ujar Dubes Sujatmiko, seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (13/7/2019).

Dalam diskusi informal seusai penandatanganan PoA, Dubes RI juga menyampaikan kepada Menteri Kesehatan Brunei dan jajarannya bahwa Indonesia siap mengirimkan para tenaga kesehatan sesuai kualifikasi yang diperlukan Brunei.

Selain itu Indonesia juga menawarkan diri agar Brunei bersedia berivestasi di Tanah Air, khususnya rumah sakit internasional. Sujatmiko mengklaim, pihak Brunei menyatakan siap untuk mempelajari tawaran tersebut.

Kesepakatan pelaksanaan kegiatan kerja sama ini dituangkan dalam dokumen Plan of Action (PoA) / Rencana Aksi yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Oscar Primadidan Permanent Secretary Kementerian Kesehatan Brunei Awang Haji Abdul Manap bin Othman. Penandatanganan PoA ini berlaku untuk periode 2019-2020.

Sujatmiko menilai Indonesia sebagai negara yang memiliki keahlian di bidang obat-obatan tradisional dan penyediaan peralatan kesehatan dapat menjadi pemasok bagi keperluan Brunei Darussalam di bidang-bidang tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, brunei darussalam

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup