Jepang Cari 550 Perawat Indonesia Tiap Tahun, Digaji Hingga 200.000 Yen

Jumlah tenaga kerja yang telah dikirimkan ke Jepang dalam program itu sejak 2008 hingga 2018 mencapai 2.445 orang, terdiri atas 1.792 orang pengasuh dan 653 orang perawat.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 21 Juni 2019  |  15:08 WIB
Jepang Cari 550 Perawat Indonesia Tiap Tahun, Digaji Hingga 200.000 Yen
Properti di Tokyo, Jepang - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Dalam 10 tahun terakhir, sebanyak 2.445 tenaga pengasuh dan perawat asal Indonesia berangkat untuk bekerja di Jepang dalam kerangka kerja sama Indonesia-Jepang.

Direktur Penyampaian Pembekalan Pemberangkatan BNP2TKI Arini Rahyuwati mengatakan Indonesia kembali mengirim 295 orang calon pengasuh dan 38 orang calon perawat ke Jepang.

Pengiriman tenaga kerja ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Jepang dan Indonesia melalui kerangka Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang diberlakukan sejak Juli 2008. Jumlah tenaga kerja yang telah dikirimkan ke Jepang dalam program itu sejak 2008 hingga 2018 mencapai 2.445 orang, terdiri atas 1.792 orang pengasuh dan 653 orang perawat.

“Jumlah perawat dan pengasuh yang kami kirim ke Jepang setiap tahunnya meningkat,” ujarnya, baru-baru ini.

Tahun ini sendiri, lanjutnya, Indonesia mendapatkan kuota jumlah pengiriman perawat dan pengasuh sebanyak 550 orang. Namun, Indonesia belum dapat memenuhi kuota yang disediakan oleh Pemerintah Jepang.

“Target utamanya, [tenaga kerja] yang tadinya belum menjadi worker profesional, dengan adanya program ini [IJEPA] diakui sebagai worker.”

Jika dibandingkan dengan pekerja dari negara lain, lanjutnya, tenaga kerja Indonesia lebih rajin, tekun, ramah, dan gigih. Namun, mereka kerap terganjal kendala bahasa. Untuk itu, sebelum diberangkatkan, pemerintah memberikan pelatihan selama 6 bulan di Indonesia dan 6 bulan di Jepang bagi para calon pekerja.

“Untuk 2019, [calon pekerja ke Jepang] harus punya sertifikat N5. Jadi, [calon pekerja] yang berangkat [ke Jepang] diproritaskan yang punya N5.”

Selanjutnya, para pengasuh dan perawat  akan bekerja selama 3 tahun dan 4 tahun di Jepang. Mereka akan digaji sekitar 100.000 yen—200.000 yen.

Direktur Urusan Ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Republik Indonesia Tadayuki Miyashita menuturkan hingga saat ini Jepang masih membutuhkan banyak pengasuh dan perawat.

“Masyarakat Jepang akan jadi lebih tua dan jumlah penduduk Jepang akan menurun. Kami memerlukan lebih banyak perawat dan perawat bagi lansia. Dengan program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kami,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, pekerja migran

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup