Ketimbang Diberi Dispensasi Kapasitas, Angkutan Laut Harus Ditambah

Jumlah angkutan laut harus ditingkatkan pada Lebaran tahun depan ketimbang pemerintah memberikan dispensasi penambahan kapasitas angkut kapal.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  09:37 WIB
Ketimbang Diberi Dispensasi Kapasitas, Angkutan Laut Harus Ditambah
Ilustrasi - Sejumlah pemudik beristirahat di dalam kapal laut KM Dobonsolo di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (30/5/2019). Kementrian Perhubungan bekerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menggelar mudik gratis tujuan Semarang dengan menggunakan kapal laut untuk 7.500 sepeda motor dan 2015 penumpang mudik lebaran 2019 hingga 3 Juni mendatang. - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah angkutan laut harus ditingkatkan pada Lebaran tahun depan ketimbang pemerintah memberikan dispensasi penambahan kapasitas angkut kapal yang berujung pada ketidaknyamanan penumpang.

Ketua Forum Maritim Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Leny Maryouri mengatakan, operator kapal perlu diberi kemudahan izin agar dapat menambah armada.

"Ini agar penumpang terangkut dan aspek kenyamanan terpenuhi," ujarnya dalam konferensi pers evaluasi arus mudik Lebaran Tahun 2019 yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Rabu (19/6/2019).

Leny juga mengusulkan agar mudik gratis menggunakan kapal laut tidak hanya dilakukan dari Jakarta-Semarang dan Jakarta-Sumatra, tetapi diperluas ke Jawa-Bali dan Jawa-Kalimantan. Agar memicu minat pemudik, operator pelabuhan harus menciptakan terminal-terminal penumpang yang nyaman.  

Kementerian Perhubungan memberikan dispensasi tambahan kapasitas penumpang kepada beberapa operator pelayaran untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang Lebaran tahun ini.

PT Pelni (Persero) misalnya mendapat dispensasi untuk 26 kapal dengan penambahan kapasitas angkut rata-rata 62%. PT Dharma Lautan Utama (DLU) memperoleh dispensasi untuk 16 kapal untuk 12 lintasan dengan rata-rata penambahan kapasitas 15%-60%.

Sebelumnya, beredar keluhan penumpang KM Gunung Dempo di saluran informasi Whatsapp tentang ketidaknyamanan selama pelayaran karena fasilitas umum di atas kapal kurang maksimal, seperti air kamar mandi mati, ruangan panas, stok air mineral habis, dan banyaknya penumpang di lorong-lorong kapal.

Kapal yang berangkat 27 Mei dari Sorong itu saat itu dalam perjalanan ke Surabaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kapal, pelayaran

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup