Sudah Terjual 50 persen, Vila Ratnamanya Bali Semakin Optimistis

Proyek Villa Ratnamaya, hanya memiliki 20 unit vila premium eksklusif dan dikelilingi oleh sejumlah hotel dan resort berskala internasional yang sering mejadi rujukan tempat berlibur bagi kalangan menengah atas, seperti Alila Villas Uluwatu, Bulgari Resort, The Edge, Ungasan Clifftop Resort.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  23:15 WIB
Sudah Terjual 50 persen, Vila Ratnamanya Bali Semakin Optimistis
Properti mewah di Ubud, Bali. - Antara/Dewa Wiguna

Bisnis.com, JAKARTA – Pemilu serta Lebaran tahun ini ternyata tidak terlalu memengaruhi pemasaran sektor properti di Bali. Vila Ratnamaya Bali berhasil terjual sebanyak 50 persen.

Proyek Villa Ratnamaya, hanya memiliki 20 unit vila premium eksklusif dan dikelilingi oleh sejumlah hotel dan resort berskala internasional yang sering mejadi rujukan tempat berlibur bagi kalangan menengah atas, seperti Alila Villas Uluwatu, Bulgari Resort, The Edge, Ungasan Clifftop Resort.

Satya Adi, Direktur Marketing Permata Graha Land Group, selaku pengembang Ratnamaya mengungkapkan, pihaknya semakin optimistis melakukan pemasaran usai Pemilu dan Lebaran dan seluruh unit ditargetkan habis terjual sebelum akhir tahun ini.

Pada 29 Juni ini pihaknya juga akan menggelar acara gathering dengan konsumen di Grand Orchrardz Hotel, Jakarta Pusat. Satya menuturkan bahwa pihaknya akan memberikan promo harga sebesar Rp1,5 miliar dengan cicilan sebesar Rp9 juta per bulan.

“Bila dibandingkan dengan lokasi / kawasan elit lainnya, value tanah dengan harga yang kami tawarkan sangat menguntungkan karena masih dalam harga prelaunching,” tuturnya dikutip dari siaran resmi Rabu (6/12/2019).

Selain itu Satya menuturkan bahwa selain bisa ditempati,  Ratnamanya juga bisa disewakan oleh para investor dengan serapan pasar yang tinggi di Bali.

“Strategi ini memungkinkan para pemilik vila bisa mendapat passive income. Saat ini, harga sewa vila di daerah Pecatu dan Uluwatu permalamnya bisa mencapai 14 juta,” ujarnya.

Namun, lanjut Satya, untuk mendongkrak jumlah penyewa dan juga menyasar market turis yang membutuhkan penginapan dengan harga sewa yang lebih terjangkau, pihaknya bisa memasang harga sewa Rp3 jutaan per malam.

Melihat tingginya minat wisatawan, baik nasional maupun internasional yang berkunjung ke Bali, Satya optimis pemilik Ratnamaya nantinya bisa mendapatkan passive income sekitar 50 hingga Rp 90 juta per bulan.

“Perlu diketahui bahwa ada juga kebiasaan asing, seperti dari Rusia dan China mereka menginap hingga beberapa bulan di satu vila di Bali,” ucap Satya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top