Hanif Undang Said Aqil Halalbihalal di Kemenaker

Hanif mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja segenap pegawai Kemnaker atas keberhasilan mempertahankan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) laporan keuangan tahun 2018.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 11 Juni 2019  |  13:12 WIB
Hanif Undang Said Aqil Halalbihalal di Kemenaker
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (kiri) bersama Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif (ketiga kiri) mengamati alat pelindung kepada pekerja, usai membuka peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2019, di Jakarta, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA  — Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengajak seluruh pegawai Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali semangat bekerja dan melayani masyarakat dengan baik usai libur dan cuti bersama merayakan Hari Raya Idulfitri.

"Usai libur dan cuti bersama, saya mengajak seluruh pegawai dan mitra kerja untuk kembali bekerja dengan penuh semangat serta mengedepankan inovasi dalam melayani seluruh pemangku kepentingan," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (11/6/2019). 

Pada kesempatan ini, Hanif juga menyampaikan selamat Hari Idulfitri dan permohonan maafnya kepada seluruh pegawai dan mitra kerja Kemnaker.

"Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh pegawai dan mitra kerja Kemnaker apabila ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja selama kita menjalani pekerjaan," ucapnya.

Tak lupa, dia kembali mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja segenap pegawai Kemnaker atas keberhasilan mempertahankan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) laporan keuangan tahun 2018.

"Selamat kepada seluruh pegawai Kemnaker yang berhasil memperoleh hasil laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ke depan, prestasi yang telah diraih selama 3 tahun berturut-turut (2016, 2017, 2018) ini harus dipertahankan dan ditingkatkan," ungkap Hanif.

Sementara itu, KH Said Aqil Siradj, yang hadir pada halalbihalal ini mengatakan, ibadah puasa yang telah dijalani harus mampu membentuk diri kita menjadi pribadi yang berahlak. Dengan ahlak yang baik kita bisa terhindar dari perbuatan tercela seperti menyebar hoax, ujaran kebencian, dan fitnah di media sosial.

"Puasa itu untuk menahan diri, membentuk karakter, memiliki ahlak, prinsip, dan kepribadian. Orang Islam harus memiliki harga diri. Tidak pernah marah, menyebar kebencian, adu domba, apalagi menyebar fitnah," kata Said.

Lebih lanjut, Said mengatakan, dirinya yakin para pegawai Kemnaker bermartabat, berbudaya, berahlak, dan berkarakter. Hal tersebut terbukti dari laporan keuangan kementerian yang mampu meraih predikat WTP. 

"Makanya kementerian ini laporan keuangannya WTP. Ini berarti pegawai Kemnaker berkarakter dan integritasnya sangat tinggi," ucapnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenaker

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top