Evaluasi Mudik Lebaran, Masalahnya di Rest Area

Kebijakan satu arah dapat berjalan baik ketika tidak diinterupsi oleh masyarakat yang berhenti di bahu jalan untuk beristirahat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 10 Juni 2019  |  17:18 WIB
Evaluasi Mudik Lebaran, Masalahnya di Rest Area
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kiri) berbincang dengan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto (kedua kanan) saat meninjau Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/6/2019). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan menjadikan rest area atau tempat istirahat dan pelayana (TIP) sebagai bahan evaluasi utama pelaksanaan kebijakan satu arah atau one way selama perriode Angkutan Lebaran 2019.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan kebijakan satu arah dapat berjalan baik ketika tidak diinterupsi oleh masyarakat yang berhenti di bahu jalan untuk beristirahat.

"Satu arah akan bagus jika tidak diintirupsi oleh orang yang beristirahat di bahu jalan. Rest Area kami didesain dengan satu desain yang sangat memudahkan pemudik yaitu kalau berhenti di depan toko. Harusnya mereka parkir di kantong parkir," terangnya seusai Halal Bi Halal di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Menurutnya, perlu ada kombinasi antara masyarakat yang beristirahat di kota dengan pariwisata menarik dan industri yang tumbuh di banyak kota kabupaten. Selain itu, perlu juga membuat rest area yang lebih banyak.

"Angkutan umum diperbanyak, one way tetap relevan, yang tidak kalah penting adalah manajemen waktu. Ada 2 hari yang tidak dimanfaatkan untuk mudik yakni pada H-2 dan H-1 Lebaran jalan kosong," jelasnya.

Dia menuturkan terjadi ketidakseimbangan waktu libur antara arus mudik yang hingga 7 hari sementara arus balik sekaligus dalam 3 hari. Perbandingan ini jelas membuat penumpukan saat arus balik. Selain itu, menurutnya, angkutan umum dapat tumbuh dan mengambil alih sebagian besar penumpang jalan, sehingga tekanan di jalan tol tidak terlalu besar.

"Kalau nanti angkutan umum tumbuh 20%, sudah bisa mengambil alih 5 juta penumpang, jadi tekanan di jalan tidak akan besar," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mudik lebaran 2019

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup