Makna Lebaran 2019 di Mata Ketua OJK Wimboh Santoso

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengungkapkan rasa syukurnya bahwa Lebaran tahun ini dapat dirayakan setelah melewati sejumlah tantangan domestik.
Anitana Widya Puspa | 05 Juni 2019 18:18 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyampaikan paparan saat konferensi pers tutup tahun OJK, di Jakarta, Rabu (19/12/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengungkapkan rasa syukurnya bahwa Lebaran tahun ini dapat dirayakan setelah melewati sejumlah tantangan domestik.

Dia melanjutkan, pemilu berjalan dengan lancar dan damai sehingga apapun hasilnya yang telah dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus disyukuri.

“Saya sekeluarga mengucapkan minal aidin wal faidzin mohon maaaf lahir batin pada hari Lebaran 1440 hijriah ini. Dengan kita ambil momentum beberapa hal tadi di antaranya kita sudah lakukan pemilu dengan lancar dan juga capaian kita di berbagai komunitas internasional,” katanya Rabu (5/6/2019)

Dia menyebutkan dengan naiknya rating Indonesia oleh S&P menjadi lebih tinggi dengan outlook yang positif serta meningkatnya level competitiveness menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan ke depan. Hal ini akan menjadi modal mendapatkan kepercayaan dari investor untuk masuk ke Indonesia.

Menurutnya, momentum ini juga harus digunakan untuk membangun ekonomi dalam negeri terutama bagaimana mempercepat efek berganda dari pembangunan infrastruktur yang sudah dibangun sehingga hasil pembangunan bisa menetas ke bawah yang dinikmati oleh para umkm didaerah.

Selain itu sebagai sebagai ketua OJK, dia juga akan memberikan dorongan melalui industri perbankan dan pasar modal dengan berbagai instrumen. Dia mengatakan, kalau memang para pengusaha memerlukan berbagai kemudahan, pihaknya siap untuk melakukannya.

Ada sektor yang didorong secara prioritas yakni pariwisata dan juga berbagai komoditas ekspor serta komoditas substitusi impor. Hal itu bisa lebih banyak mendapatkan cadangan devisa dan menghemat dollar AS.

“Ini adalah momentum yang tentunya sehabis Lebaran ini harus cepat kita garap bersinergi dari seluruh sektor yang ada termasuk pemangku kepentingan oleh pemerintah. Demikian pesan saya bagaimana memanfaatkan momentum lebaran ini untuk pembangunan ekonomi kita ke depan,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lebaran

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top