Perusahaan Tambang Emas Afrika Selatan Sibanye-Stillwater Pangkas 3.450 Pekerja

Sibanye-Stillwater menyatakan akan ada pengurangan sekitar 3.450 pekerja dalam rencana restrukturisasi operasi tambang emas menyusul kerugian yang terjadi di beberapa tambangnya sejak 2017.
Lucky Leonard
Lucky Leonard - Bisnis.com 05 Juni 2019  |  19:29 WIB
Perusahaan Tambang Emas Afrika Selatan Sibanye-Stillwater Pangkas 3.450 Pekerja
Emas. - Bloomberg/Akos Stiller

Bisnis.com, JOHANNESBURG--Sibanye-Stillwater menyatakan akan ada pengurangan sekitar 3.450 pekerja dalam rencana restrukturisasi operasi tambang emas menyusul kerugian yang terjadi di beberapa tambangnya sejak 2017.

Perusahaan mineral asal Afrika Selatan tersebut telah mencapai kesepakatan dengan para pemangku kepentingan terkait restrukturisasi tersebut. Adapun kerugian sejak 2017 tersebut mencakup lubang tambang Beatrix 1 dan Driefontein 2, 6, 7, dan 8.

Proyeksi pengurangan pekerja kali ini lebih rendah dari perkiraan pada Februari lalu yang menyebutkan pemutusan hubungan kerja akan terjadi pada 5.870 karyawan dan 800 kontraktor.

Perusahaan menyatakan sebagian besar karyawan yang tidak lagi bekerja akan disebabkan oleh pengunduran diri secara sukarela termasuk pensiun dini. Sementara untuk pemutusan hubungan kerja sepihak hanya akan dilakukan terhadap 800 karyawan dan 550 pekerja kontrak.

Belakangan ini perusahaan memang kesulitan untuk mendapatkan keuntungan karena kenaikan ongkos produksi, tenaga kerja, hingga kadar bijih yang menurun. Terkait hal tersebut, perusahaan memngakui isu pemutusan hubungan kerja sangat sensitif di Afrika Selatan yang tingkat penganggurannya lebih dari 27%.

"Meskipun restrukturisasi adalah proses yang sulit dan penuh emosi, keberlanjutan operasi kami yang tersisa adalah fokus utama kami," tutur CEO Sibanye Neal Froneman seperti dikutip Reuters, Rabu (5/6/2019).

Dia menjelaskan untuk memastikan tambang emas West Rand tidak tutup secara prematur, perlu pendekatan yang berkelanjutan dalam mengurangi biaya melalui rasionalisasi infrastruktur dan layanan, termasuk pengelolaan air tambang.

Dalam kesepakatan dengan para pemangku kepentingan, lubang tambang Driefontein 8 akan tetap beroperasi selama menghasilkan keuntungan secara rata-rata dalam tiga bulan.

Lubang tambang tersebut akan menyediakan perpanjangan lapangan pekerjaan bagi sekitar 970 karyawan dan 55 kontraktor.

Namun, apabila lubang tambang tersebut menimbulkan kerugian, maka statusnya akan langsung berubah menjadi dalam perawatan dan pemeliharaan, sehingga langsung berdampak pada jumlah pekerja.

Adapun lubang tambang Beatrix 1 dan Driefontein 2 akan segera berstatus dalam pemeliharaan dan perawatan, sementara lubang tambang Driefontein 6 dan 7 serta pabrik pengolahan Beatrix 2 akan ditutup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tambang emas

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top