Ekspor Malaysia Rebound Setelah 2 Bulan Turun

Ekspor Malaysia naik secara tak terduga pada April 2019, setelah dua bulan berturut-turut mengalami penurunan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  13:55 WIB
Ekspor Malaysia Rebound Setelah 2 Bulan Turun
Pekerja membongkar muatan kelapa sawit dari truk di Salak Tinggi, di luar Kuala Lumpur, Malaysia. - Reuters/Samsul Said

Bisnis.com, KUALA LUMPUR—Ekspor Malaysia naik secara tak terduga pada April 2019, setelah dua bulan berturut-turut mengalami penurunan.

Berdasarkan data yang dikutip dari Reuters, ekspor Malaysia pada April 2019 tumbuh 1,1% secara year on year (yoy). Hasil itu melampaui ekspektasi analis yang memprediksi penurunan 1% yoy. Pada Maret 2019, ekspor turun 0,5% yoy.

Pengiriman barang manufaktur menyumbang 85,1% dari total ekspor, dan berhasil tumbuh 2,7% yoy. Hasil ini didukung peningkatan ekspor barang listrik dan elektronik,  produk minyak bumi, peralatan optik dan ilmiah, besi dan baja, serta produk makanan olahan.

Adapun, ekspor barang tambang pada April 2019 turun 1,5% yoy. Barang hasil pertanian juga turun 9,3% yoy.  “Peningkatan ekspor lebih ditopang kenaikan performa pengiriman manufaktur,” papar laporan.

Dari sisi nilai, surplus perdagangan mencapai 10,86 miliar ringgit atau US$2,6 miliar. Surplus itu menyempit dibandingkan Maret 2019 sebesar 14,4 miliar ringgit.

Ekspor ke China, sebagai mitra dagang utama, menurun 6,9% yoy karena pelemahan ekspor produk listrik, elektronik, dan olahan minyak bumi. Adapun, pengiriman ke Amerika Serikat naik 3,1% akibat dorongan barang manufaktur.

                April  March   Feb    Jan    Dec   Nov    Oct   Sept

  Exports     85.2   84.0   66.6   82.8   83.3   84.8  96.3   83.1

    y/y%      +1.1   -0.5   -5.3    3.1    4.8   1.6   17.7    6.7

   Imports     74.4   69.7   55.5   73.9   72.8   77.2  80.1   67.8

     y/y%      +4.4   -0.1   -9.4    1.0    1.0   5.0   11.4   -2.7

   Balance     10.9   14.4   11.1   11.5   10.4   7.6   16.3   15.3

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Neraca Perdagangan, malaysia, malaysia

Sumber : reuters

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top