RPJMN 2020-2024: Anggaran Infrastruktur, Kesehatan, & Pendidikan Tembus Rp1.700 Triliun

Pemerintah memperkirakan anggaran infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan akan mencapai Rp1.700 triliun di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
RPJMN 2020-2024: Anggaran Infrastruktur, Kesehatan, & Pendidikan Tembus Rp1.700 Triliun Hadijah Alaydrus | 28 Mei 2019 14:37 WIB
RPJMN 2020-2024: Anggaran Infrastruktur, Kesehatan, & Pendidikan Tembus Rp1.700 Triliun
(Kiri ke kanan) Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS Afdhal Aliasar dalam konferensi pers Peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024, Selasa (14/5/2019). Bisnis - M. Richard

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memperkirakan anggaran infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan akan mencapai Rp1.700 triliun di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Menteri PPN / Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menuturkan angka ini baru perhitungan sementara.

"RPJMN belum final. Itu masih teknokratis, sekitar Rp1.700 triliun untuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan," kata Bambang, Selasa (28/05/2019).

Bambang menegaskan, total anggaran tersebut diharapkan tidak semuanya memakai APBN. Bappenas berharap dana APBN yang diserap untuk belanja infrastruktur, pendidikan dan kesehatan sekitar 35 persen-40 persen.

Sisanya sekitar 60 persen diharapkan datang dari investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta.

"Makanya kita ingin menggalang partisipasi swasta dalam tujuan pembangunan," ujarnya.

Rancangan teknokratik RPJMN 2020-2024 juga menetapkan pertumbuhan ekonomi diharapkan meningkat menjadi rata-rata 5,4 persen-6 persen per tahun.

Dari rancangan tersebut, Bappenas menyusun tiga skenario untuk pertumbuhan tersebut.

Baseline skenario menargetkan pertumbuhan sebesar 5,4 persen rata rata per tahun selama lima tahun ke depan, skenario moderat 5,7 persen rata rata per tahun dan skenario tingginya sekitar 6 persen per tahun.

"Tentunya ini masih teknokratik dan akan ditetapkan jadi target."

Untuk mencapai skenario tertinggi, Bappenas menilai transformasi ekonomi dengan peningkatan produktivitas di sektor pertanian, industri, jasa harus bisa dicapai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
infrastruktur, kesehatan, pendidikan, rpjmn

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top