Garuda Diminta Turunkan Harga Tiket

Anggota Komisi VI DPR Eriko Sotarduga mempertanyakan alasan maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang masih belum menurunkan harga tiket.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  14:58 WIB
Garuda Diminta Turunkan Harga Tiket
Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga. - JIBI/Rahmad Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Eriko Sotarduga mempertanyakan alasan maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang masih belum menurunkan harga tiket.

Menurutnya, seharusnya tiket penerbangan sudah harus diturunkan karena harga bahan bakar avtur sudah mengalami penurunan.

“Yang saya masih pertanyakan adalah kenapa harga tiket Garuda masih belum turun. Apa yang terjadi. Padahal, harga bahan bakar avtur itu sudah turun terus kenapa masih belum juga,” katanya, Jumat (17/5/2019).

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu sebelumnya menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan seluruh jajaran transportasi Kementerian BUMN di Gedung DPR.

Eriko mengakui bahwa menjelang Hari Raya banyak masyarakat yang memilih transportasi cepat, mudah, dan aman, salah satunya pesawat, karena itu pemerintah sudah meminta kepada maskapai-maskapai yang ada di Indonesia untuk menurunkan harga tiket untuk meringankan beban masyarakat yang akan menggunakan transportasi udara.

Peraturan pemerintah tersebut masih belum dipatuhi oleh beberapa maskapai salah satunya Garuda Indonesia, ujarnya. Eriko menyampaikan permasalah harga tiket tersebut sudah dialami Garuda sejak lama dan masih belum mendapatkan solusi. Padahal, Garuda sudah beberapa kali berganti kepemimpinan.

“Masalah ini sudah berlarut-larut. Garuda sudah berkali-kali berganti kepemimpinan, tetapi masih belum menemukan solusinya,” katanya.  

Eriko menduga permasalahan harga tiket Garuda yang masih belum turun karena permasalah hukum yang dialami oleh maskapai tersebut sehingga menyebabkan pembengkakan pengeluaran seperti pembelian mesin dan pesawat.

“Saya mendunga permasalahan ini karena kasus hukum itu sehingga cost Garuda terlalu tinggi seperti pembelian mesin dan pesawat. Sebaiknya permasalahan ini segera mendapatkan solusinya agar harga tiketnya bisa turun dan murah seperti dulu lagi,” kata Eriko. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, garuda indonesia, Ramadan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top