Jerman Komitmen Kurangi Emisi CO2

Kanselir Angela Merkel mengatakan Jerman mungkin akan tunduk pada tekanan dari rekan-rekannya di Eropa termasuk Perancis dan Swedia, yang baru-baru ini menyerukan tindakan untuk mengatasi perubahan iklim dan mengusahakan emisi gas rumah kaca menjadi netral pada 2050.
Nirmala Aninda | 15 Mei 2019 11:40 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kanselir Angela Merkel mengatakan Jerman mungkin akan tunduk pada tekanan dari rekan-rekannya di Eropa termasuk Perancis dan Swedia, yang baru-baru ini menyerukan tindakan untuk mengatasi perubahan iklim dan mengusahakan emisi gas rumah kaca menjadi netral pada 2050.

Perselisihan di Eropa terkait laju pengurangan polusi mencerminkan bagaimana masing-masing negara mendapatkan dan menggunakan energi.

Sebagian besar pasokan energi Prancis berasal dari reaktor nuklir, sementara Jerman dan Polandia masih bergantung pada penggunaan batu bara serta memiliki permintaan energi yang cukup tinggi untuk kebutuhan industri.

"Kami akan mengajukan kebijakan yang disusun oleh 8 negara anggota Uni Eropa terkait upaya mengurangi gas emisi kepada kabinet Jerman," ujar Merkel dalam sebuah pidato pada acara konferensi iklim internasional di Berlin, seperti dikutip melalui Bloomberg, Rabu (15/5/2019).

Kemungkinan Jerman untuk bergabung dengan negara Eropa lainnya dalam pengurangan gas emisi mencapai netral pada 2050 akan menandai perubahan besar dari negara penghasil gas CO2 terbesar di Eropa.

Negara ini kesulitan untuk mencapai target emisi maksimum, mengambil langkah yang ambisius untuk mengurangi gas emisi mungkin membutuhkan sebuah pendekatan yang radikal untuk menekan tingkat polusi.

Inisiatif netralisasi gas karbon oleh 8 negara Uni Eropa ini disusun pada 9 Mei 2019 di Sibiu, Rumania, menjelang pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa.

Merkel menyampaikan, kabinet Jerman akan menilai apakah mungkin bagi Jerman untuk menekan emisi CO2 menjadi netral pada 2050 dengan bantuan program kompensasi natural melalui peningkatan program penghijauan.

"Dengan solusi yang tepat, Jerman akan bergabung dalam inisiatif ini, dan ini adalah sesuatu yang kami ingin lakukan," katanya.

Mengutip surat kabar Handelsblatt, Jerman, Italia, dan Polandia pada awalnya menolak untuk mendukung inisiatif yang diprakarsai oleh Perancis pada awal Mei.

Para pendukung inisiatif netralisasi emisi CO2, termasuk Spanyol, Portugal, Luksemburg, Belgia dan Denmark berusaha menjadikan isu iklim sebagai landasan kebijakan Uni Eropa hingga 2024, tulis Handelsblatt.

Pemerintahan Merkel membatalkan rencana mendukung penekanan emisi karbon meskipun kebijakan Jerman tersebut memicu protes.

Pada pembentukannya tahun lalu, koalisi Merkel setuju untuk mempertimbangkan implementasi carbon capture and storage (CCS) secara terbatas untuk kegiatan industri tetapi menolak untuk mempertimbangkan kembali rencana untuk menyimpan emisi beracun di bawah tanah.

Sejalan dengan perjanjian Paris Climate Accord, Jerman menetapkan tujuan untuk mengurangi output CO2 pada tahun 2050 sebesar 80 persen menjadi 95 persen dibandingkan dengan tingkat tahun 1990.

Merkel mengatakan Jerman tidak punya pilihan selain ikut serta dalam aksi penanganan isu iklim.

"Sesuatu telah berubah sejak tahun lalu. Anak-anak dan orang muda bergabung bersama dan memberikan tekanan di seluruh dunia pada politisi untuk melakukan sesuatu dan saya akan mengatakan secara eksplisit, tindakan mereka dapat dimengerti," katanya kepada delegasi dari 35 negara bagian menjelang pertemuan iklim PBB tahun ini di Chili.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uni eropa, emisi karbon

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup