Kereta Cepat Bakal Tambah Jalur 16 Km ke Stasiun Bandung

Stasiun Tegalluar adalah titik akhir dari trase kereta cepat Jakarta bandung sepanjang 142 kilometer. Stasiun itu bakal dibangun berdampingan dengan jalur kereta eksisting.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 15 Mei 2019  |  16:17 WIB
Kereta Cepat Bakal Tambah Jalur 16 Km ke Stasiun Bandung
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berencana membentuk perusahaan patungan dalam rencana interkoneksi kereta cepat dengan jaringan kereta api di Kota Bandung. Kongsi itu akan membangun jalur baru sepanjang 16 kilometer menuju Stasiun Bandung.

Direktur Utama KCIC, Chandra Dwi Putra mengatakan saat ini relasi Stasiun Bandung dengan Stasiun Tegalluar baru dilayani satu jalur. Untuk itu, perlu dibangun jalur tambahan guna mengurangi headway atau selisih waktu kedatangan kereta.

Stasiun Tegalluar adalah titik akhir dari trase kereta cepat sepanjang 142 kilometer. Stasiun itu bakal dibangun berdampingan dengan jalur kereta eksisting. "Nanti kami tinggal nyambungin dan kebetulan baru single track, kita tambah jadi double track agar headway-nya tidak lama," ujar Chandra di Walini, Bandung Barat, Selasa (14/5).

Chandra menambahkan, pembangunan jalur tambahan di sisi jalur eksisting dipilih karena tahapannya lebih ringkas dan tidak memerlukan pembebasan lahan maupun bersinggungan dengan permukiman.

KCIC, lanjutnya akan membentuk perusahaan patungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya Tbk., PT Wijaya Karya Realty., dan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Menurut Chandra, model kereta ringan atau ligh rail transit akan dipilih sebagai sarana perkeretaapian yang akan melayani relasi Stasiun Bandung dengan Stasiun Tegalluar. Keputusan ini merupakan hasil arahan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Ridwan sebelumnya mengatakan Stasiun Tegalluar perlu terhubung langsung ke pusat kota. Dia mengaku bakal merancang sendiri bangunan stasiun yang berada di kawasan Gedebage tersebut. Untuk diketahui, sebelum menjabat Gubernur Jawa Barat dan Walikota Bandung, Ridwan merupakan seorang arsitek.

Secara umum, Ridwan berharap keberadaan kereta cepat bisa merangsang pertumbuhan kota-kota baru di sepanjang trase 142 kilometer.  Dia juga berharap trase kereta cepat Jakarta-Bandung bisa terus berlanjut ke Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Jarak dari Tegalluar menuju Kertajati menurut Ridwan mencapai 60 kilometer. "Dengan model bisnis yang sama, ini bisa dilanjutkan. Area di jalan tol juga sudah ada, jadi tidak perlu pembebasan lahan," jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini progres konstruksi kereta cepat  telah mencapai 17,38 persen. Hingga akhir tahun, progres konstruksi diharapkan mencapai 59 persen. Adapun, penyelesaian konstruksi dijadwalkan pada akhir 2020 sehingga bisa dioperasikan pada April 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
proyek kereta cepat jakarta-bandung

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top