Saka Paparkan Perkembangan Sidayu dan West Pangkah

PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT PGN Tbk, berupaya menyelesaikan dua proyek hulu migas di Lapangan Sidayu dan West Pangkah pada Kuartal II/2020 agar menambah produksi minyak hingga 7.000 barrel oil per day (bopd) dan gas bumi mencapai 28 mmscfd.
David Eka Issetiabudi | 15 Mei 2019 14:40 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—PT Saka Energi Indonesia, anak usaha PT PGN Tbk, berupaya menyelesaikan dua proyek hulu migas di Lapangan Sidayu dan West Pangkah pada Kuartal II/2020 agar menambah produksi minyak hingga 7.000 barrel oil per day (bopd) dan gas bumi mencapai 28 mmscfd.

Direktur Utama PT Saka Energi Tumbur Parlindungan mengatakan tahun ini pihaknya fokus berinvestasi untuk dua proyek yang ada di Blok Pangkah tersebut.

"Diharapkan beroperasi pada kuartal II/2020, sejauh ini pengerjaannya masih on the track," katanya, Selasa (14/5/2019).

Tumbur tidak merinci jumlah Capex yang dipersiapkan untuk mengerjakan dua proyek ini. Akan tetapi, PGN, sebagai induk usaha telah menganggarkan Capex sekitar US$230 juta yang difokuskan di sektor hulu.

Tahun lalu, Saka berhasil membukukan produksi sebesar 49.600 barrel oil equivalent per day (boepd) atau lebih rendah dari produksi 2017 sebesar 51,400 boepd akibat berakhirnya dua blok produksi (Sanga-sanga dan Southeast Sumatera pada kuartal III/2018).

Saat ini, Saka Energi mengelola hak partisipasi di sepuluh aset di Indonesia dan satu blok gas serpih di Amerika Serikat. Lima Blok Migas diantaranya dioperasikan sepenuhnya oleh Saka dengan kepemilikan 100%, yakni Pangkah, Sesulu Selatan, Wokam II, Pekawai dan Blok West Yamdena.

Senior Operations Manager Saka Indonesia Pangkah Limited Budi Setiyawan mengatakan melihat target produksi siap jual APBN 2019, lebih menantang daripada tahun lalu.

"Untuk gas memang targetnya lebih tinggi dari capaian kami tahun sebelumnya, untuk minyak kami rasa cukup menantang karena selisihnya cukup jauh," katanya.

Menurutnya, beroperasinya proyek Sidayu diperkirakan lebih cepat dari pada West Pangkah, meski masih dalam satu periode. 

Diperkirakan, West Pangkah mampu memproduksi minyak sebesar 4.000 bopd dan gas bumi sebesar 29 mmscfd, sementara Sidayu diharapkan mampu memproduksi minyak di atas 3.000 bopd.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, PGN

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup