Pemerintah Optimistis Neraca Dagang April Tetap Surplus

Kendati kalangan ekonom memprediksi neraca perdagangan pada April defisit, pemerintah tetap optimistis peluang surplus masih terbuka meskipun cukup kecil.
Hadijah Alaydrus | 14 Mei 2019 11:49 WIB
Aktivitas perdagangan di pelabuhan - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati kalangan ekonom memprediksi neraca perdagangan pada April defisit, pemerintah tetap optimistis peluang surplus masih terbuka meskipun cukup kecil.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, potensi adanya surplus pada April cukup tipis. Pasalnya, kebutuhan konsumsi Ramadan dan Idul Fitri kali ini telah dipenuhi di depan atau lebih awal.

"Saya termasuk yang optimistis, impor barang konsumsi termasuk yang tidak cepat pertumbuhannya karena sudah diakumulasi bulan sebelumnya. [Sehingga] peluang surplus kecil ada, walau tidak besar," ungkap Iskandar, Selasa (14/5/2019).

Terkait dengan perlambatan global yang mempengaruhi ekspor Indonesia, Iskandar menegaskan tren ini sudah terasa sejak jauh-jauh hari. Saat ini, solusinya adalah menekan impor untuk menyeimbangi penurunan ekspor tersebut.

Dia menambahkan, pemerintah telah bersikap untuk mengantisipasi kekhawatiran pasar. Diantaranya dengan penerapan wajib B20, substitusi impor, kenaikan tarif PPh impor terhadap 1.147 pos tarif, dan kebijakan sejenis lainnya .

"Ketika ketidakpastian global cukup tinggi, salah satu kebijakan yang tepat adalah mengoptimalkan konsumsi dalam negeri dengan substitusi impor," tambahnya.

Menurutnya, pemerintah cukup sadar dengan risiko ke depannya sehingga pemerintah berusaha untuk menjalankan kebijakan yang terkait dengan penurunan impor.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Neraca Perdagangan

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup